PENANGANAN PASCA PANEN KELAPA SAWIT SECARA UMUM

(Duta Lampung Oline) – Kelapa sawit merupakan komoditi yang ketersediaannya sangat banyak.tercatat berdasarkan angka sementara (ASEM) 2011 dari balai besar pengkajian dan pengembangan teknologi pertanian luas areal kelapa sawit di Indonesia cenderung meningkat selama tahun 2000-2011 kelapa sawit merupakan bahan baku dalam pengolahan CPO.

Kualitas minyak kelapa sawit CPO dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kadar asam lemak bebas (ALB) ,kadar air,dan kadar kotoran.
Kadar ALB berbentuk akibat adanya reaksi hidrolisa pada minyak.kelapa sawit pada saat pasca panen mengalami penurunan kadar trigliserida sebagai akibat dari proses hidrolisa lemak oleh enzim lipase menjadi gliserol dan ALB pada saat menunggu proses pengolahan menjadi CPO, kandungan minyak pada buah sawit mengalami penurunan.

Asam lemak Bebas (ALB) secara alami berada dalam bentuk gliserida.Gliserida adalah Ester dari asam asam lemak dengan gliserol dengan nama umum fat (lemak).

Asam lemak bebas (ALB) dalam konsentrasi tinggi yang terikut dalam minyak sawit segar sangat merugikan .untuk itulah perlu dilakukan usaha pencegahan terbentuknya asam lemak bebas dalam minyak sawit.

Kadar kotoran adalah bahan bahan tak larut dalam minyak, yang dapat disaring setelah minyak dilarutkan dalam suatu pelarut pada kepekatan 10 persen.

Indikator kwalitas yang digunakan untuk.menilai CPO adalah kandungan asam lemak bebas (ALB) Tolak ukur kemurnian suatu minyak dipengaruhi oleh berat jenis minyak tersebut.semakin tinggi berat jenis maka kemurnian minyak tersebut lebih bagus begitupun dengan sebaliknya.
Erni – Mahasiswi Polbangtan Medan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *