MALAKA (Duta Lampung Online)-Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku memberi rekoleksi kepada para ASN dan Penyuluh Agama Katolik/Katekis Kemenag Kabupaten Malaka, dan para Pastor, Frater, Bruder, Suster se-Dekenat Malaka bertempat di gedung Gereja Santa Maria Fatima Betun, Jumat (25/3/2022).
Dalam rekoleksi prapaskah ini, uskup Atambua memberikan arahan mengenai pendidikan plus dan arahan bahan Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2022.
“Pendididkan plus yang dimaksud adalah upaya pembentukan insan pembelajar, inovatif kreatif, pemberdaya hidup produktif. Plus dari pendidikan adalah manusia terus belajar. Nilai plus dari pendidikan adalah dedikasi.” Kata Uskup.
Uskup memberi gambaran kepada para Katekis bahwa: “Guru mengajarkan kehidupan kepada murid. Guru bukan mengajarkan persen 100 karena demikian maka guru mengajarkan kematian.” Kata uskup. “Cita-cita seorang guru adalah menjadikan murid seperti dirinya.” Demikian lanjut Uskup.
Salain itu, Uskup Atambua juga menunjukkan 3 malasah dalam dunia pendidikan. “Masalah dalam pendidikan: Komersialisasi Pendidikan (20%Apbn dan APBD), Politisasi dan ideologisasi pendidikan: pendidikan dikelolan menurut kepentingan, dan birokratisasi, formalisasi dan legalisasi.”
Tema APP 2022 adalah Memulihkan Kehidupan (Bumi Sehat-Manusia Sejahtera).
Uskup Atambuat mengajak peserta rekoleksi untuk mengadakan gerakan bersih lingkungan di Gereja, sekolah, Pastoran, dan Dekenat. Selain itu, Mgr. Domi juga mengajak peserta untuk menanam pohon untuk masa depan.
Dalam pemaparan materi rekoleksi, Uskup Atambua juga menyampaikan informasi bahwa tahun 2030, Keuskupan Atambua dicanangkan menjadi keuskupan Mandiri. Mandiri dalam iman, finansial, dan ketenagaan. (M.Teti).
Editing: Cindy Fitry Sari

