Diduga ada Permainan Pekon Giri Tunggal Luput dari Pantauan

PRINGSEWU (PBO) – Walau sudah diingatkan pendamping desa untuk Kepala Pekon Giri Tunggal dalam melaksanakan pengelolaan keuangan pekon yang di danai Dana Desa (DD) agar dapat bisa dijalankan dengan baik pelaksanannya sesuai peraturan yang ada, namun sepertinya diduga oknum kepala pekon ini abaikan peraturan itu, seperti halnya dengan hasil pelaksanaan pembangunan drainase Rp 379,020,000 tidak diselesaikan, (04/02/2021).

Dari investigasi media ini di lokasi terlihat hasil dari realisasi pembangunan drainase yang terletak di Rt.01, Dudun 01 tahun anggaran DD tahun 2020 belum selesai pada bagian dilantai drainasenya, begitupula dengan hasil pembangunan rabat beton tahun anggaran DD 2019 sudah rusak (berlobang-lobang) pada permukaan badan jalan rabat beton.

Seperti dikatakan Heri Sungkowo, sebagai Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI) kecamatan Pagelaran Utara, sejatinya membenarkan bahwa, terkait hasil pekerjaan pembangunan drainase di pekon Giri Tunggal memang tidak selesai.

“Saya pendamping tekniknya, untuk di kecamatan Pagelaran utara, iya, memang pekerjaan drainase di pekon Giri Tunggal tidak selesai, dan sudah kita koordinasikan ke kabupaten, untuk bidang sarpras (infrastruktur) nya cuma drainase itu,” kata Heri, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp nya.

Disampaikannya, Heri berharap dengan harapan untuk kepala pekon dapat bisa menjalankan pengelolaan keuangan pekon dengan lebih baik, laksanakan sesuai peraturan yang ada.

“Ya yang pasti untuk kepala pekon bisa menjalankan pengelolaan keuangan pekon dengan baik, sesuai peraturan yang ada. Kami tim pendamping selalu mengingatkan hal itu, agar DD yang di berikan dari pemerintah dapat bermanfaat untuk masyarakat,” tukas Heri.

Lebih kuat, Nasrul pendamping desa pekon Giri Tunggal, mengatakan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatShaap, untuk itu kami hanya mengingatkan saja, permasalahan yang terjadi lebih lanjutnya tidak tahu, karena itu sudah dilaporkan kepada pihak menanganinya.

Sebelumnya, sekretasis pekon, Dirun (60) sebagaimana disinggung dari hasil pembangunan/rehabilitasi/peningkatan sistem pembuangan air limbah) sebesar Rp 379,020,000, tahun 2020 tahap satu itu diraelisasikan ke pembangunanan ,tidak banyak tau

Dirun, waktu itu singgung soal hasil pembangunan rabat beton di dusun 03, Rt.07, didepan rumahnya kurang bagus sudah berlobang dan keropos, kurang lebih panjang 400 meter yang direalisasikan dari DD tahap ke dua di tahun 2019 lalu bekisar Rp 592,335,000 itu penyebab awalnya pada pengecoran rabat beton mungkin kurang siram dan mungkin pelaksanaannya kurang maksimal.katanya

“Memang dari dulu tidak dilantai, kalau bagian sini tidak sama sekali dilantai, tapi kalau dibagin sana dilantai, gak tau kenapa,” kata warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya saat dikonfirmasi mengenai hasil pembangunan drainase DD tahun 2020 yang tidak dilantai.

Amat disayangkan sudah beberapa kali berita ini diterbitkan, namun kepala pekon Giri Tunggal tidak pernah dapat ditemui untuk konfirmasi, walaupun sebelumnya sudah dikonfirmasi melalu WhatShaap miliknya yang dalam keadaan aktif tidak juga ada balasan. Dan hari ini disambangi ke kantor pekonnya tidak juga ada masuk kantor. (bam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *