Koordinasi Teknologi Penyimpanan Buah Mangga Desa Penggarit

Pemalang, (Pena Berlian Online)-25-5-2023. Kunjungan dan koordinasi penguatan kapasitas pengguna teknologi pasca panen dan diversifikasi mangga di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Dilaksanakan di Balai Desa Penggarit Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, pada Hari Kamis (25/5/2023). Hadir 26 peserta yang terdiri dari Kades Sukowangi (Samsuri), kades Pedurungan (Surono Edi), Kades Kejambon (Damu H), Kades Banjardawa dan Kades Kabunan.

Pemdes Penggarit, Petani Mangga, Rt dan Rw Desa Penggarit. Serta narasumber dari Jakarta, lima personel perwakilan dari BRIN (Badan Inovasi Nasional).

Menurut Wiwit Handayani, perwakilan dari BRIN menyampaikan bahwa kunjungan pada hari ini (25/5) baru koordinasi kepada petani mangga di beberapa desa yang ada di Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Tujuanya, untuk menyampaikan teknologi cloushing atau teknologi penyimpanan buah mangga agar bertahan lama.

“Dengan teknologi cloushing, maka mangga yang kulitnya telah dilapisi dengan bahan foodgrad dari kelapa sawit, akan bertahan tiga minggu sampai satu bulan tidak busuk.

Teknologi ini penting karena mangga dari beberapa desa di Kecamatan Taman telah diekspor, tentu menggunakan kapal laut, untuk menghemat biaya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sri Handoyo Mukti perwakilan dari BRIN menjelaskan, kalau teknologi cloushing untuk saat ini, termasuk yang terbaik dibanding dengan teknologi lain.

“Sebab pada panen raya yang serempak, buah mangga melimpah, harga merosot. Untuk mengatasi hal ini, BRIN telah menemukan teknologi cloushing. Maka buah mangga yang telah masak bisa disimpan antara tiga minggu sampai empat minggu,” paparnya.

Kepala Desa Penggarit, Imam Wibowo, menyampaikan bahwa kunjungan dan koordinasi Badan Inovasi Nasional (BRIN) di Balai Desa Penggarit, ditujukan untuk petani mangga yang ada di beberapa desa se-Kecamatan Taman.

Merupakan kepedulian BRIN pada petani mangga yang telah eksport dalam rangka meningkatkan kwalitas. juga meningkatkan kesejahteraan petani.

“Khusus di Desa Penggarit saja, sudah tumbuh 12.000 pohon mangga siap buah dengan luas lahan 70 hektar dan petani mangga sebanyak 200 orang.

Kami sangat berharap teknologi yang ditawarkan dari BRIN cepat terealisasi, sebab petani sangat membutuhkan teknologi tersebut,” ujarnya.

(Kustajianto, Suhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *