Nias Selatan, (Pena Berlian Online) – Telah terjadi pembunuhan sadis di Desa Togizita, Kecamatan Hilimegai, Kabupaten Nias Selatan, Sumut, pada Sabtu, (10/09/2022).
Kronologis kejadian berdasarkan keterangan dari anak kandung korban, berinisial PN, menyampaikan bahwa pembunuhan terjadi ketika sikorban, berinisial AN, sedang bekerja di kebun karet miliknya.
Ketika anak korban mengetahui Ibunya belum pulang dari kebun, PN mencari dan mendapati ibunya dalam keadaan tidak bernyawa, diduga telah terbunuh di kebun karet milik mereka, oleh orang tak dikenal.
“Saya mencari dan menyusul ibu di kebun karet, lalu mendapati potongan rambut dan bercak darah, tempat sirih, dan handuk, kemudian mengikuti jejak sekira 50 meter, terdapat mayat Ibu tergeletak dengan dilumuri bercak darah dan luka bacok akibat benda tajam. Lalu, menelpon adik dan sepupu untuk memberi informasi”, tuturnya sambil menangis histeris.
Mendengar kabar dari anak kedua dari korban, inisial SN, penduduk desa bersama warga sekitar mendatangi TKP sambil menelpon pihak berwajib, Polsek Lolowau.
Selang beberapa saat, Kapolsek dan kawan-kawan bersama rombongan lain, diarahkan langsung oleh Camat Hilimegai yang sekaligus menjabat sebagai Kepala desa Togizita, Apolonias Ndruru, mendatangi TKP dengan berjalan kaki menggunakan alat penerangan seadanya, karena mengingat hari sudah malam dan lokasi TKP berada di hutan, kebun karet sejauh 2 km dari rumah korban.
Sesampainya di lokasi TKP, Kapolsek dan kawan-kawan mengamankan TKP dan beberapa alat bukti dengan memasang tali plastik sebagai garis polisi sementara, menunggu pihak Satreskrim dan Polres Nias Selatan.
Kemudian, pihak Kapolres dan kawan Satreskrim Nias Selatan, melakukan identifikasi TKP dan mengevakuasi korban menggunakan kantong mayat, dengan dibantu oleh warga. Lalu, membawa jenazah ke puskesmas terdekat menggunakan ambulance dengan ditemani oleh pihak keluarga, termasuk anak kandung dari korban.
Dalam proses identifikasi TKP, pihak kepolisian mengamankan barang bukti yakni potongan rambut, tempat sirih, kain atau handuk yang diduga milik korban.
Saat ini pihak kepolisian sedang melakukan pendalaman motif pembunuhan dengan menginterogasi beberapa saksi, termasuk anak kandung dari korban. Motif insiden pembunuhan belum bisa disimpulkan oleh pihak kepolisian karena pelaku belum diketahui.
Penduduk dan masyarakat desa Togizita mengalami trauma dan merasa ketakutan akan insiden tersebut, apabila pelaku tidak diketahui dan belum tertangkap. Berharap pihak kepolisian dapat segera mengusut tuntas kasus pembunuhan yang dimaksud dengan menangkap dan mengadili pelaku sesuai undang-undang yang berlaku di negara republik Indonesia.
Sepanjang pantauan awak media, korban mengalami beberapa luka bacok akibat benda tajam yakni pergelangan tangan kiri korban putus, bagian kepala dan leher serta kepalan tangan terluka. (Abisama Halawa)

