Rejang Lebong, (Pena Berlian Online) – Terkait pemberitaan yang di beritakan Tribun.tipikor beberapa waktu lalu, saat ini telah menemui titik terang, pasalnya pemberitaan yang membawa nama petugas honor di Dinas Lingkungan Hidup dan Pertamanan (DLHKP) yang menyebutkan adanya pemotongan bagi petugas honorer tersebut tidak pernah ada, hal itu diungkapkan oleh 11 petugas honorer.
Veki Maryono salah satu petugas kebersihan honorer yang bekerja di DLHKP mengatakan dimana tuduhan yang menyebutkan bahwasanya Ketua koordinator Honorer yang melakukan pemungutan Liar tersebut tidak benar adanya, karena menurutnya ketua koordinator tersebut tidak pernah meminta uang 1 rupiahpun kepada dirinya.
“Ya terkait pemberitaan tersebut kami merasa bingung, karena tuduhan tersebut tidak benar, karena ketua koordinator kami tidak pernah meminta uang kepada kami,” ungkap Veki
Elvi susiana juga mengatakan dimana terkait pemungutan yang dilakukan oleh ketua koordinator tersebut tidak benar, karena menurutnya jangankan meminta uang kepada kami, kami beri uang kepada ketua koordinator sekedar untuk belanja anaknya aja ditolak sama ketua koordinator kami.
“Terkait pemberitaan tersebut kami semua siap menjadi saksi, karena tuduhan tersebut tidak benar, dulu pernah kami memberikan uang belanja untuk anaknya koordinator ya itu kami iklas, karena itu semua balas budi kami terhadap kebaikan beliau, jadi intinya kami semua siap menjadi saksi untuk pemberitaan tersebut karena itu semua tidak benar,” ujarnya.
Sementara itu Revi ketua koordinator honorer petugas kebersihan (DLHKP) mengatakan terkait pemberitaan tersebut karena adanya kesalapahaman antara istri wartawan tribun tipikor kepada dirinya,. Karena Nopriyarni yang merupakan istri dari supran wartawan media tribun.tipikor tersebut sudah tidak bekerja sebagai petugas honorer di (DLHKP), namun karena adanya pembukaan PPPK dirinya meminta untuk dimasukan, jelas saja hal tersebut tidak bisa dilakukan karena Nopriyarni sudah tidak bekerja selama 5 bulan dalam artian SK kerja Nopriyarni tidak ada.
“Terkait pemberitaan tersebut karena ada kesalahpahaman antara saya dan Nopriyarni yang merupakan istri dari wartawan tribun.tipikor karena saat itu saya dituding bahwasannya saya yang memberhentikan istrinya, logikanya dari mana saya bisa memberentikan istrinya karena saya sama saja masi pekerja TKSK juga, sedangkan Nopriyarni tersebut sudah tidak bekerja selama 5 bulan.” singkatnya. ( Mandala )

