Sumatera Barat, (Pena Berlian Online) – Cerita Heroik dari Lubuk Basung, Cindy Ramadhani laksanakan tugas Pegang Baki Bendera Merah putih dengan sempurna, ditengah duka yang dialaminya. (17/8/22)
Siapapun manusia di Muka bumi ini pasti mengalami kesedihan yang mendalam jika ditinggal pergi orang tua tercinta untuk selama lamanya, yang menjadi pembeda disetiap masing masing manusia adalah seberapa cepat dia bangkit dari keterpurukan dan bisa menjalani kehidupan dengan normal.
Beberapa orang terutama usia anak-anak dan remaja adalah usia rentan mengalami trauma dan kesedihan yang mendalam ketika ditinggalkan pergi untuk selama lamanya oleh orang tuanya, tidak banyak yang bisa dengan cepat “move on” untuk bangkit karena orang tua adalah tumpuan terbesar seorang anak.
Namun, seorang remaja dari Agam yang bernama Cindy Ramadhani ini sangat layak menjadi contoh dan panutan kita semua, sepertinya jiwa kepahlawanan, tanggung jawab, kepemimpinan sangat melekat dalam jiwa cindy.
Bagaimana tidak, hari ini, Siswa SMAN 1 Lubuk Basung ini sukses dengan sempurna sebagai pembawa baki pendera merah putih Pada upacara hari kemerdekaan RI yang dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Agam, pada 17 Agustus 2022, padahal 1 hari sebelumnya, atas takdir Allah orang tua dari Cindi (Ayahnya) baru saja mengalami musibah sehingga membuat beliau harus kehilangan nyawanya.
Ditengah musibah yang dialaminya, dengan motivasi keluarga, orang tua, pelatih, dan Bahkan Bupati Agam, Cindi tetap yakin dirinya mampu melaksanakan tugas yang telah diamanahkan jauh jauh hari kepada dirinya, dengan keyakinan besar cindi bahkan tetap berlatih sampai tadi Malam, ternyata memang cindi bisa melaksanakan tugasnya dengan sempurna.
Cindi memang sosok wanita remaja yang sangat tegar, ini adalah potensi SDM yang dimiliki Agam, remaja perempuan cerdas, pintar, tegar, tanggung jawab dan cekatan, dan penuh pengorbanan. Nilai yang sempurna menunjukkan semangat kepahlawanan yang ditunjukkan cindy pada hari kemerdekaan kali ini, layak disematkan Cindi adalah patriot wanita dari Agam.
Rasa salut dan takjub muncul dari banyak kalangan, termasuk Bupati Agam, mendengar cerita sedih cindi, selepas Upacara Bupati Agam langsung menyalami cindi dan datang melawat kerumah duka, ditemani Oleh Ibuk yenita, Bupati datang melawat kerumah duka orang tua cindi.
Bupati yakin, dengan dasar dasar sifat kepemimpinan yang dimilikinya, cindi akan menjadi orang besar, semoga semangat dan jiwa patriot yang telah ditunjukkan cindi bisa menjadi keteladanan bagi kita semua. Cindi telah mengajarkan kita arti semangat, tanggung jawab, ulet dan sebuah pengorbanan walaupun dalam suasana duka yang mendalam. (Chiko)

