BREBES (Pena Berlian Online) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Kabupaten Brebes pada Kamis (14/7) melaksanakan kegiatan pembinaan organisasi masyarakat dilaksanakan di Aula kantor.
Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Narjo, SH, MH., Forkompinda, Ketua KPU, organisasi masyarakat, partai politik yang terdata di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah (Bekesbangpolda). Serta unsur masyarakat yang lain yakni sejumlah eks kilafatul muslimin.
Dalam kegiatan dengan tema pendidikan politik dan bela negara Kepala Bakesbangpolda Kabupaten Brebes M Sodiq menyebutkan, kegiatan hari ini mengundang 19 orang yang sudah menyatakan keluar dari Khilafatul Muslimin. “Alhamdulillah yang hadir 3 orang,” terangnya.
Menurutnya, giat pembinaan organiasi kemasyarakatan tidak lepas dari menjelang tahun politik, maka dari itu Bakesbangpol kabupaten gelar kegiatan pendidikan politik dan bela negara.
Sementara Wakil Bupati Brebes Narjo mengatakan, bahwa Politik dan bela negara adalah amanat Undang-undang yang merupakan dua unsur saling melekat dan menjadi entitas bangsa. Bela negara tidak harus terkait dengan militer, tentara, perang, dan hal ikhwal kombatan lainnya
“Bela negara tidak melulu berkaitan dengan perang, dan kegiatan militer, ancaman keamanan juga bisa dalam bentuk nirmiliter. Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. artinya, bela negara ialah hak dan kewajiban seluruh warga negara, sesuai dengan posisi, peran dan kedudukan masing-masing,” jelasnya.
Menurut lampiran inpres no 7 tahun 2018, ada sejumlah aksi gerakan bela negara dalam bidang politik, khususnya pemilu. Diantaranya sosialisasi gerakan antikampanye hitam, politik identitas, nasionalisme sempit, pragmatisme, anti praktik politik uang dan politisasi sara.
Dalam kesempatan itu Wakil Bupati Brebes menyampaikan permintaan maafnya yang dalam dua periode mendampingi Bupati dalam memimpin Kabupaten Brebes, apabila ada keslahan untuk dapat dimaafkan. (Rtn)

