Raja Ampat, (Pena Berlian Online) – 16 PBPH (Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan) di Papua Barat berkomitmen untuk menyediakan pohon induk untuk percepatan penerapan teknik SILIN (Silvikultur Intensif) dalam pengelolaan hutan lestari. Komitmen ini dituangkan dalam komitmen bersama dari perwakilan PBPH di Papua Barat yang ikut hadir dalam kegiatan Sosialisasi Penerapan Teknik SILIN dan RIL yang dilaksanakan oleh Balai Pengelolaan Hutan Produksi wilayah XVI Manokwari di Waisai Raja Ampat 07 s.d 11 Juni beberapa waktu lalu.
SILIN merupakan strategi peningkatan hutan produksi yang memadukan tiga kegiatan yaitu pemuliaan pohon, manipulasi lingkungan, dan pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
“Dalam upaya menjamin pelaksanaan kegiatan pengelolaan hutan yang memenuhi aspek kelestarian ekologi, produksi, sosial dan melindungi hak-hak negara atas hasil hutan, maka BPHP Wilayah XVI menganggap sangat penting untuk menyelenggarakan Sosialisasi Pengembangan Multiusaha Kehutanan, Sosialisasi dan Pedampingan Penerapan teknik SILIN (Silvikultur Intensif) dan RIL (Reduce Impact Logging) pada PBPH di Papua Barat.” kata Ketua Panita Budi Edi Susanto dalam sambutannya (07/06/2022)
Dalam sosialisasi ini, BPHP wilayah XVI menghadirkan para pakar SILIN sebagai Narasumber. Salah satu Pakar SILIN Prof. Moh. Na’iem yang juga peneliti SILIN menyatakan bahwa produktifitas SILIN ini 3-4 kali lipat dari produksi TPTI. “SILIN ini yang akan menjamin kelestarian bahan baku dan industri kehutanan dan merupakan sebuah investasi jangka panjang,” kata Prof. Na’iem.
“Tujuan dan Harapan dari penyelenggaraan Sosialisasi ini adalah untuk dapat diperoleh Pengetahuan, pemahaman dan persamaan persepsi dalam upaya Pengelolaan Hutan yang nantinya diharapkan tercapainya pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan” kata M. Jandi Pinem Kepala BPHP Wilayah XVI Manokwari menambahkan. (RRZ)

