Resahkan Bau dan Lalat, Masyarakat Pemetung Basuki Desak Pemilik Kandang Ayam

Sumatera Selatan, (Pena Berlian Online) – Warga Desa Pemetung Basuki Dusun II Sawahan RT 017 RW 002 Kecamatan BP Peliung Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan warga tetap mendesak agar peternakan ayam di Sawahan itu ditutup, Senin (07/06/2022).

Pasalnya dampak lingkungan sudah dirasakan sejak berdirinya kandang ayam di sekitar permukiman desa Meskipun pemilik kandang bersedia berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi bau dan lalat tetapi tetap saja masih banyak dan berbau. Akhirnya arga masyarakat mendatangi kantor Kepala Desa Pemetung Basuki untuk di ketahui kepala desa dan kepala desa bisa memangil pemilik kandang itu, warga tetap bersikukuh. Pasalnya hasilnya kurang memuaskan bagi warga setempat.

Khusus seluruh Masyarakat yang di sekitar lingkungan sekeliling kandang , mengaku resah dengan keberadaan ternak itu. Terlebih lokasi ternak ayam potong itu dekat dengan permukiman kami. Sekitar kurang lebih 50 meter dari rumah kami .

“Lalatnya banyak. Apalagi ketika panen pemilik kandang itu yang sangat banyak sekali lalat dan sangat menyengat baunya, bahkan ketika kami makan, ngopi masuk makanan,” ujar salah seorang warga.

Senada juga diungkapkan warga lain, Menurutnya, dampak bau hingga lalat dikeluhkan warga. Terlebih keberadaan kandang itu sangat dekat sekali dengan permukiman kami,dan kami sangat ngerih sekali akan berdampak penyakit bagi anak-anak kami.

Ia berharap agar operasional kandang itu dihentikan saja. Apalagi, ternak ayam itu sangat dekat dengan kediaman kami Jaraknya pun sangat berdekatan.

“Harapannya dihentikan saja. Daripada menimbulkan keluhan masyarakat. Ndak ada negosiasi lagi, dan di karenakan juga waktu berdirinya kandang tersebut kami tidak merasa mengizinkan atau bertanda tangan,” ujarnya.

Kandang Ayam yang ada di Sawahan Dikeluhkan Warga,maka masyarakat mendatangi kantor Kepala Desa sumpah tidak terjadi hal yang tidak di inginkan dan di ketahui oleh kepala Desa,

Kepala desa pemetung Basuki pak Edison menjelaskan , “Apakah lebih baik kita berikan teguran terlebih dahulu di karenakan berdirinya kandang ayam itu bukan modal yang sedikit, dan apabila kita berikan teguran masih saja banyak lalat dan berbau berarti pemilik kandang harus tutup, dan juga apa lebih baik menurut saya kalau bisa semua kandang yang ada di desa pemetung Basuki ini semua di tutup karena mungkin bukan di satu kandang ini saja yang mengundang lalat dan bau karena di Desa Pemetung Basuki ini banyak kandang yang lain,” ujarnya.

Di lanjut pemilik kandang, ” Kalau memang begitu ok saya tutup 1 tahun apabila saya tutup 1 tahun masih banyak lalat dan bauk berarti bukan dari kandang saya ,berarti saya bersedia untuk operasi lagi ,dan sebaliknya jika lalat dan tidak baik lagi ketika saya tutup 1 tahun berarti saya akan tutup selamanya ok tolong kepada kepala desa atau pak sekdes buatkan surat pernyataan saat ini saya tanda tangani di atas materai.” pungkasnya.

Masyarakat menjawab bersama-sama, “Ok kalau begitu tidak apa-apa, kamipun senang kalau memang tutup 1 tahun tetapi kalau memang tidak bau dan lalat tidak banyak berarti bersedia dan komitmen untuk tutup selamanya, ” ungkap masyarakat.

Pemilik ternak ayam mengatakan kandang yang dimilikinya, jarak kandang dengan permukiman warga memang dekat. Itu pun menurutnya tidak masalah, karena ternak miliknya merupakan usaha peternakan rakyat dan sudah semaksimal mungkin untuk melakukan penanganan lalat dan bau.

“Kita dengan masyarakat bisa berbicara dengan baik-baik. Dan kita kan persaudaraan. Kita bekerja sama dengan baik, kenapa kandang saya yang terus di usik. Jadi kalau ini nanti memang kenyataan lalat masih banyak dan masih bau berarti jangan halangi saya lagi dan jangan ganggu saya lagi untuk operasi kembali, kalau masih saya tuntut.” unjarnya dengan nada yang tegas. (Feriansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *