Bangka Barat ( PBO)- Diduga kuat oknum aparat TNI Inisial ( DB) terlibat membekingi aktivitas ratusan tambang biji timah ilegal di diwilayah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung.
Hal ini terungkap atas pengakuan dari salah satu narasumber yang minta dirahasiakan idetitasnya mengaku jika didaerahnya Bangka Barat marak terjadi tambang biji timah ilegal yang dibekingi oleh oknum aparat penegak hukum TNI inisial ( DB).
“Betul, diBangka Barat sangat marak adanya pertambangan biji timah diduga ilegal. Penambangan biji timah secara ilegal tersebut dibekingi oleh oknum aparat penegak hukum (DB),”tegas narasumber, pada Hari Kamis (14/4/2022).
Para penambang biji timah ilegal tersebut masih kata narasumber, setiap hari harus setor kepada DB yang diduga sebagai beking mereka. Uang setoran tersebut digunakan untuk melakukan koordinasi agar kegiatan penambangan biji timah ilegal di lokasi tersebut dapat terus berjalan.
Eronisnya lagi, kata narasumber wartawan atau media yang mengusik akan dialkukan pembusukan karakter dan diteror agar persoalan pertambangan liar biji timah diwilayah tersebut tidak mencuat dipermukaan.
“Disini sangat susah pak, kalau ada wartawan yang mengusik pasti dapat ancaman serta teror,”jelasnya.
Terpisah, DB saat dikonfirmasi terkait masalah tersebut justru menceritakan jika diwilayahnya Bangka Barat marak penambangan biji timah ilegal. Bahkan dia juga mengakui jika permainan seperti itu sudah biasa diwilayah hukum kerjanya.
“Disini hampir semua bermain, bahkan mulai dari para oknum wartawan serta aparat bannyak yang terlibat pengamanan penambang biji timah ilegal,”ungkap DB pada Kamis (14/2/2022).
DB, selain sebagai pengamanan, mengaku ikut serta melakukan penemabangan biji timah diwilayah kabupaten setempat. Namun setelah situasi kurang aman mesin dan alat untuk penambangan sudah diangkut pulang.
“Saya juga ikut melakukan penambangan karena atas saran temen-temen saat pertama kali saya pindah tugas diwilayah sini. Namun sejak beberapa bulan lalu alat saya sudah saya bawa pulang,”akunya. (Red).

