Tanggamus (PBO)- Dengan viralnya pemberitaan dibeberapa media online dan striming, terkait kasus yang menimpa Sutini warga Pekon Sridadi, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus. Yang di Duga mengalami Struk setelah di Vaksin beberapa waktu yang lalu. Seperti dikatakan Bayu (anak)kepada Tim AJOI.
“Terimakasih kepada Tim AJOI, setelah di Publikasikan keberadaan Ibu saya mereka berbondong-bondong menjenguk ibu saya, yang sebelumnya terkesan tidak peduli,” ujarnya. (Jumat, 4/2/22).
Dikatakan Bayu pada hari Kamis 3 Februari 2020 sore dokter pendamping percepatan Vaksinasi Polres Tanggamus mengunjungi kediamannya, dan disambut Suwandi (Kakon/Kades) Sridadi Wonosobo dan Bhabinkamtibmas Bripka Rudi.
Kunjungan dokter melihat langsung kondisi Sutini dan memberikan penjelasan terkait kondisi Sutini bukan merupakan KIPI, pihak keluarga menerima kenyataan tersebut.
“Kami sekeluarga terima semua penjelasan medis, mungkin itu sudah kehendaknya dan saya ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan media yang telah Sudi mempublikasikan keberadaan istri saya, dengan adanya berita tersebut keluarga kami mendapat perhatian dari Dinas kesehatan dan saya minta maaf atas kegaduhan ini,” ujar Wasis
Ditempat yang sama Bayu menerima penjelasan dari tim kesehatan bawah ibunya struk bukan dampak dari Vaksin hanya menyesalkan atas tanggapan dari pihak pemerintah pekon saat di mintai solusi.
” Kami sekeluarga menerima semuanya kenyataan ini dan saya hanya berharap pihak pekon jika ada warganya minta solusi tolong di tanggapi jangan terkesan arogan dan mengacuhkan keluhan serta keberadaan warganya,” ucap Bayu.
” Semoga kejadian ini tidak menimpa keluarga lain kami hanya ingin di perhatikan dan mendapatkan solusi bukan mau minta-minta”. Tutupnya
Saat tim AJOI Tanggamus mendatangi kediamannya, dr. Haidir Hamas menegaskan bahwa kajadian stroke pasien Sutini bukan efek samping dari pemberian Vaksinasi Covid-19 atau atau KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) dan tekanan darah pasien dalam kategori diperbolehkan divaksin yakni dibawah 180 per 110 dan saat divaksin pasien tekanan darahnya 180 per 90, serta tidak ada keluhan apa-apa.
Hal senada di sampaikan sekertaris dinas kesehatan Bambang Sutejo diruangannya.”Kasus ini merupakan coinsident dan bukan kasus KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), di lihat dari riwayat kesehatan pasien yang memiliki hipertensi,” terangnya.
(Romli).

