Petani di Rawapitu Keluhkan Anjloknya Harga Gabah

TULANGBAWANG (PBO) – Petani di Kecamatan Rawapitu, Kabupaten Tulangbawang, keluhkan harga gabah hanya 3.500-3.800 perkilogram, pada panen perdana tahun 2021.

Luas lahan sawah produktif di kecamatan tersebut berkisar -+ 10.000 Ha. Artinya, kecamatan tersebut masuk dalam kategori ketahanan pangan yang ada di Kabupaten Tulangbawang.

Seperti keterangan seorang petani di kecamatan Rawapitu Narto (43) mengatakan, pada panen perdana saja harga gabah sudah anjlok terjun bebas seperti sekarang.

“Ini panen perdana, apalagi kalau sudah panen raya. Bisa jadi harga gabah nanti kisaran 2000 perkilogram nya,” kata dia melalui sambungan telpon ke Penaberlian.com, Minggu (21/02/2021).

Dia menuturkan, Di tengah suasana Pandemi Covid-19 masa sulit seperti ini yang panenkan hanya Rawapitu. Ribuan ton hasil gabah sudah dapat dipastikan untuk kecamatan Rawapitu ini saja.

“Biasanya pada panen perdana pada waktu dulukan harga gabah bisa 4.500 perkilogram nya. Pada saat panen raya turun ke 3.800 perkilogram,” jelas dia.

Bahkan bukan hanya itu, lanjut dia, pupuk sekarang mahal, yang putih urea 150.000 ribu mau gimana lagi nasib seorang petani.

“Kita petani ini, ngak bisa berbuat banyak Mas. Hanya bisa berteriak-teriak doang! Bantu sampaikan kepada petinggi pemangku kebijakan dan stateholder agar bisa menyikapi anjloknya harga gabah Mas,” tandasnya.(Mcr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *