Proyek PKT Milik Kementerian PUPR Terindikasi Tak Sesuai Spek, Ini Tanggapan Ir. Hanan A Rozak

TULANGBAWANG (PBO) – Anggota DPR RI Ir. Hanan A Rozak, MS Fraksi Partai Golongan Karya dari Dapil Lampung II Beri Tanggapan terkait Program Padat Karya Tunai Bersumber dari Anggaran APBN. Diduga kuat tidak berpedoman pada spek serta tidak mengutamakan kualitas.

Pekerjaan proyek drainase tersebut berlokasi di jalan lintas timur Kampung Astra Ksetra, Kabupaten Tulangbawang, Lampung.

Hal itu terungkap dalam wawancara cegat seusai Sosialisasi Empat Pilar di Balai PWI Tulangbawang. Hanan A Rozak mengatakan, program PKT yang terletak di jalan Lintas Timur Kampung Astra Kestra Kecamatan Menggala harus melibatkan masyarakat setempat itu yang namanya padat karya, kemudian ada petunjuk teknis, dan harus ada speknya, guna sebagai acuan melakukan suatu pembangunan .

Hanan yang notabene nya mantan Bupati Tulangbawang ini mencotohkan, “Misal padat karya membuat paving block, ketebalannya berapa centi meter, adukan nya berapa, kalau satu sak semen terus pasir satu gerobak nah itu tergantung spek,” kata dia.

Namun, hal ini berbalik dengan ungkapan pengawas pelaksana Deby Julinio Putri beberapa lalu saat ditemui tim dilapangan, pengawas tersebut mengatakan bahwa pekerjaan padat karya kami tidak mengacu pada spek atau kualitas tetapi memperdayakan masyarakat.

Lebih jauh Hanan menjelaskan, apalagi ini drainase, yang harus benar-benar menjaga kekokohan kualitas bangunan tersebut, bukan kerja asal-asalan, terlebih lagi jalan lintas Astra Ksetra sudah masuk Master Plan. “Untuk dibuat dua jalur dari pintu masuk Tulangbawang sampai Kampung Tua, ini juga harus di ukur, apakah itu sudah benar dari jarak lebar jalan lintas tersebut. Karena apabila drainase tersebut kurang pas titik kordinatnya, maka itu akan di bongkar kembali, dan ini akan mubazir,” tegas dia.

Anggota DPR RI dari komisi II ini juga sudah membaca berita beberapa hari lalu katanya, yang mana masalah ini akan dibahas bersama Kementerian Pusat, terkait dalam temuan kawan-kawan media, dirinya menegaskan berhak untuk menegur pekerjaan tersebut. Sebab, ini adalah dapil II Lampung daerah pilihannya. Dan bahkan dari komisi III DPRD Kabupaten Tulangbawang juga sudah pernah turun ke lokasi pekerjaan tersebut, itu artinya sudah jelas pekerjaan itu dalam pengawasan semua pihak.

“Apabila benar adanya pekerjaan tersebut tidak mengedepankan kualitas dan mutu, dan untuk azas manfaat untuk kurang bermanfaat bagi masyarakat. Semestinya drainase tersebut berada itu di sebelah kiri, arah masuk Tulangbawang kalau kita dari arah Lampungtengah. Karena kita juga harus melihat dari sisi manfaatnya, itu baru bisa di rasakan warga setempat. Karena sebelah kiri itu banyak pemukiman warga sekitar,” jelas dia.

Adin Hanan menuturkan, “mari kita sama mengawal dan mengawasi semua program pemerintah, baik pusat, provinsi maupun daerah, karna ini merupakan hak kita semua untuk mengawal dan mendukung program pemerintah karena itu berasal dari uang rakyat,” tutupnya.( Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *