Program RTH Dinas Lingkungan Hidup Tuba 5,48 Milyar APBD 2019 Patut Dipertanyakan

TULANGBAWANG (PBO) – Program Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulangbawang (Tuba) berupa pemeliharaan taman, lampu jalan dan lampu taman yang tertera pada dokumen pelaksanaan anggaran SKPD dengan anggaran sebesar Rp5,48 Milyar yang bersumber dari APBD 2019 banyak mengundang pertanyaan.

Pasalnya, dengan serapan anggaran sebesar itu Output yang dihasilkan kurang memuaskan dan tidak merubah objek program begitu signifikan. Banyaknya lampu jalan yang tidak berfungsi bahkan mati mengakibatkan banyak lokasi yang gelap dan berbahaya bagi pengguna jalan yang melintas, taman median jalan yang terlihat kusam, cat yang memudar tampak seperti tidak pernah mendapat sentuhan pemeliharaan.

Beberapa masyarakat mengeluhkan keadaan ini, Riyan (35) warga Jalan Cemara Gunung Sakti Menggala Selatan, mempertanyakan, besarnya anggaran yang fantastis akan tetapi masih banyak lampu jalan yang mati tidak berfungsi. Menurut pantauannya, lampu jalan yang tidak berfungsi berada didepan rumah dinas Bupati , rumah Dinas Sekertaris Daerah (Sekda), serta Rumah Dinas Wakil Bupati Tulang Bawang yang tampak gelap bila malam hari.

“Lampu jalan didepan rumah saya sudah lama tidak pernah nyala padahal depan rumah Sekda dan saya lihat juga banyak lampu jalan disepanjang jalan Cemara, jalan Cendana dan jalan Raya Gunung Sakti terutama jalur dua juga banyak yang gak nyala, tuh apalagi di daerah kuburan (TPU) lampunya udah pada suram gelap gak pernah diganti,” ujarnya.

Keluhan juga datang dari Marhendi (36) warga jalan Raya Gunung Sakti Menggala Selatan, juga mempertanyakan perawatan taman median jalan yang tak pernah dicat sehingga warnanya tampak kusam dan tak sedap dipandang mata.

“Taman jalur dua ini dari dulu gini-gini saja bertahun-tahun gak pernah dicat warnanya sampai pudar dan kusam gitu gak enak lagi dilihat kesannya kumuh gitu,” ungkapnya.

Ditempat lain, hal senada juga dikeluhkan Ari (25) warga Bujung Tenuk yang sering melewati jalan lintas timur dia mengeluhkan kondisi saat malam hari melewati jalan lintas timur arah Bujung Tenuk yang saat malam hari gelap akibat lampu jalan yang tidak berfungsi, “Wah kalau malam harus hati-hati bang saat berkendara mulai dari jembatan Bujung Tenuk kearah Kampung Tua gelap banyak lampu jalan yang mati jadi kita hanya mengandalkan penerangan dari lampu motor saja jadi agak takut juga,” katanya.

Program yang menelan anggaran sebesar itu mestinya dapat bedampak secara signifikan dan mampu merubah wajah kota menggala menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat terlebih tidak menimbulkan dampak hukum.

Saat dimintai keterangan terkait hal ini diruang kerjanya, kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Tulang Bawang Restu Irham, tidak berada di ruang kerjanya. Pada saat dihubungi melalui via WhatsApp Kadis DLH mengatakan, Saya sedang Dinas Luar (DL), hari Senin saja nanti diberikan penjelasan terkait hal ini, agar tidak mispersepsi,” jelas Restu singkat, Jum’at (11-9-2020).(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *