PESAWARAN (PBO) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran memperingati Hari Ulang Tahun Pramuka ke 58 dengan mengusung tema “Bersama Segenap Komponen Bangsa Gerakan Pramuka Siap Sedia Membangun Keutuhan Negara Keutuhan Republik Indonesia” (NKRI).
“Kakak Ka. Kwarda Gerakan Pramuka Lampung atau yang mewakili, Kakak Waka. Mabicab, Ketua DPRD dan Jajaran Forkopimda, Kakak-kakak Wakil Ketua, Sekretaris dan Anggota Mabicab Gerakan Pramuka, Kakak Ka. Kwarcab Gerakan Pramuka, Kakak-kakak Wakil Ketua dan Andalan Cabang, para Pelatih dan Pembina Gerakan Pramuka, Pimpinan Satuan Karya Pramuka, Kakak Ka. Mabiran dan Ka. Kwaran Gerakan Pramuka se-Kab. Pesawaran, Adik-adik Pramuka, Salam Pramuka..!!! ucap Dendi sebelum awali sambutannya.
Bupati Dendi Romadhona, K.ST. dalam sambutanya yang mewakili Kwartir Nasional, Gerakan Pramuka Indonesia bersuka cita, karena organisasi kita saat ini genap berusia 58 tahun. Sekalipun sesungguhnya, Gerakan Kepanduan di Indonesia berusia jauh lebih tua dibandingkan Gerakan Pramuka, tetapi peringatan Hari Pramuka adalah wujud dari rasa syukur kita kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa.
“Dalam kesempatan ini, saya mengajak segenap pengurus kwartir, para pelatih dan Pembina serta seluruh anggota pramuka menjadi pioner dalam menanamkan nilai-nilai anti kejahatan luar biasa (extra Ordinary Crimes). Anggota Pramuka itu merupakan pribadi yang bertanggung jawab dan dipercaya, sehingga siap sedia membangun keutuhan NKRI,” ungkapnya. Dihalaman Pemkab Pesawaran, Rabu (14/8/19).
Era globalisasi, lanjut Dendi, memudahkan pemenuhan berbagai kebutuhan dasar manusia termasuk kebutuhan pangan. Namun pada sisi lain, hal ini dapat mengancam keberlangsungan nasib petani. Saya meminta setiap anggota untuk sejauh mungkin tidak mengkonsumsi produk pertanian dan pangan impor, dan beralih pada produk lokal dalam setiap kegiatan pramuka dan keseharian. Jadikan Gerakan ini sebagai wujud kecintaan segenap anggota pramuka kepada NKRI dan para petaninya. kecintaan kita pada bahan pangan lokal terus menguat.
“Gerakan Pramuka tidak dapat dan tidak boleh berpangku tangan setiap kali terjadi bencana, tetapi mengambil peran aktif bersama instansi terkait melakukan tindakan pertolongan pertama yang diperlukan (first aid). Untuk itu, setiap anggota pramuka diharapkan menjadi ksatria yang sadar bencana, yang rela menolong dan rela berkorban bagi sesama, serta tabah ketika menghadapi bencana,” harapnya.
Masih Kata Dendi, pembaharuan seragam mempunyai ciri kesamaan, mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas dampai Pulau Rote, mulai dari Pembina sampai dengan anggota pramuka siaga, serta mulai dari Kwartir nasional hingga Gugus Depan.
untuk menyongsong wajah baru Gerakan pramuka, dengan seragam dan atributnya yang lebih terstandar, dan dilindungi hak kekayaan intelektualnya berdasarkan undang-undang yang berlaku, dan penyesuaian- penyesuaian sebagaimana konstitusi WOSM.
“Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang kini merupakan bagian program wajib belajar, belum sepenuhnya terakomodir dalam penjenjangan Gerakan pramuka. Untuk itu, kwartir nasional pada Hari Pramuka 2019 ini akan meminta Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional meluncurkan (soft launching) Pramuka Pra-Siaga, yaitu bagi anak-anak yang belum berusia 7 tahun,” tegasnya.
“Oleh karena itu saya meminta kepada setiap Kwartir untuk mensukseskan peluncuran Pramuka Pra-Siaga ini diwilayah kerja masing-masing, guna menjadikan Gerakan pramuka dapat mengikuti percepatan memajukan bangsa dan negara, sejalan dengan perkembangan global.
“Trisatya yaitu kesetiaan yang harus dimiliki setiap anggota pramuka. Dasadarma merupakan sepuluh kebijakan yang harus menjadi pedoman bagi pramuka dalam bertingkah laku keseharian, sehingga dengan Trisatya dan dasadarma tersebut anggota pramuka siap menjaga keutuhan NKRI melalui implementasi kehidupannya sehari-hari.”Dirgahayu Gerakan Pramuka.
Salam Pramuka!!!,” tutupnya.(wandi)
Editor: Mancar

