Bandarlampung (Pena Berlian Online)-Seperti kata bijak ibarat emas tetaplah emas dimanapun dia ditempatkan. Hal itu pula yang terjadi pada Irjen. Pol. Dr. H. Ike Edwin, S.I.K., S.H., M.H., M.M. Menurutnya, setelah tak lolos dari seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK), Dang Ike—sapaan akrabnya, menegaskan bahwa dirinya tetaplah bersyukur dengan karunia Allah SWT yang ada pada dirinya saat ini.
“Alhamdulilah saya tetap bersyukur. Saya juga sebenarnya sudah tahu kok soal ini (kelak tak lolos Capim KPK, Red). Namun, kita kan memang ingin mengabdi untuk bangsa dan Negara ini,” terangnya, seperti dilansir dari laman, radarcom.id, Rabu (7/8/2019).
Dang Ike dengan tenang menegaskan bersyukur sudah menjadi jenderal bintang dua di pundaknya saat ini. Awalnya dia bercita-cita ingin menjadi pemain sepak bola, karate dan catur.
“Dulunya saya kan cita-citanya pemain bola professional, pemain karate dan catur. Tapi ternyata menjadi Jenderal. Padahal kalau saya jadi pemain sepakbola mungkin saya lebih hebat dari Messi. Kalau jadi karateka mungkin lebih hebat dari Cik Noris. Atau kalau catur mungkin lebih hebat dari Utut Adianto. Dikasih jenderal ya sudah syukur. Sekolah doktor sudah syukur. Dikasih badan sehat, keluarga yang baik bersyukur. Jadi yang paling besar dari semua itu adalah ibadah. Yang bisa membawa kita hidup di dunia dan akhirat seperti yang digariskan Allah dan junjungan kita Nabi Muhammad SAW,” terangnya.
Lalu, setelah tak lolos dari Capim KPK dan pensiun, bagaimana Dang Ike melihat dunia politik? Menurut pria ramah itu, dia sebenarnya cocok di tugas-tugas terkait hukum dan HAM.
“Saya sebenarnya cocoknya di tugas pembelaan, penegakan HAM, hukum meneggakkan keamanan. Karena saya nggak senang ada orang dizolimi, ada orang arogansi, orang yang terlalu berlebihan yang tidak ada lagi yang dilihat. Merasa sangat-sangat sekali, padahal Allah SWT itu ada. Orang-orang ini harus diingatkan,” tegasnya.
Lalu, bagaimana jika maju dalam Pilkada 2020? Dang Ike dengan mantap menyatakan kenapa tidak.
“Kenapa tidak. Dang ini mengabdi saja untuk kebaikan. Nah, mengabdi saya harus sama pikiran dan hati saya. Apa yang dilakukan ada di dalam hati saya dipikirkan hati saya baru saya lakukan untuk kebaikan semua umat,” ujarnya.
Artinya Dang Ike siap maju pilkada? “Siap jika masyarakat menghendaki. Asal dia yang menghendaki juga tidak pura-pura ya. Memang benar-benar diinginkan. Jangan ada kepentingan. Jika kepentingan untuk umat saya tidak apa. Karena kepentingan hidup di dunia itu kan untuk dunia dan akhirat,” urainya.
Sejauh ini, lanjut Dang Ike, sudah sangat banyak sekali yang menawarinya maju pilkada di Lampung. “Kalau di Lampung (maju pilkada, Red) sudah sangat banyak. Jadi bukan banyak lagi ya hehe. Dimana saja. Di seluruh Lampung ini,” tandasnya.
Dang Ike menggarisbawahi bahwa dia siap maju pilkada asalkan jika dikehendaki dengan benar-benar dari hatinya.
“Dia yang menyuruh saya jadi pemimpin maka juga harus bertanggungjawab dengan hati saya. Karena hati itu bertanggung jawab dengan Allah. Karena hati itu tidak bisa dibohongi. Kalau pikiran masih bisa bohong dan membohongi, kalau dari hati tak bisa dibohongi. Kalau ibarat di pesawat mungkin black box atau kotak hitam ya. Dan hati adalah black box-nya Allah yang akan dibawa ke akhirat kelak. Itu di dalamnya keyakinan. Tak bisa dibohongi sama sekali, satu mili pun tak bisa dibohongi,” pungkasnya. (rls)

