Lampung Tengah ( Pena Berlian Online )– Ketua Forum Silaturahmi Muli Mekhanai Lampung Tengah (FSMM Lamteng) Rosim Nyerupa berharap agar 50 anggota DPRD Lamteng yang baru dilantik, Senin (19/8/2019), mampu membawa angin segar bagi perubahan legislatif di kabupaten tersebut.
“Sehingga mampu melahirkan gagasan baru dalam membawa aspirasi rakyat yang harus diperjuangkan dan dapat mengembalikan citra baik DPRD serta kepercayaan masyarakat pasca OTT KPK yang menimpa pimpinan dan beberapa anggotanya beberapa waktu lalu,” kata Rosim yang juga aktivis HMI Bandarlampung ini.
Menurutnya, OTT KPK yang menjerat sejumlah anggota dewan periode 2014-2019 membuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif tersebut semakin rendah.
“Diharapkan mampu membawa perubahan dan melahirkan gagasan baru dalam membawa aspirasi masyarakat yang harus diperjuangkan,” ujar Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Sapma Pemuda Pancasila Provinsi Lampung ini.
Rosim juga mengharapkan anggota dewan baru dapat melahirkan peraturan daerah yang sesuai kebutuhan dengan memperhatikan kondisi sosiologis masyarakat. Apalagi Lampung Tengah merupakan kabupaten terluas dengan APBD dan PAD yang cukup tinggi di Lampung.
“Lampung Tengah ini merupakan bumi agrobisnis dengan kebudayaan lokal yang unik. Jangan sampai produk hukum berupa perda yang dihasilkan DPRD justru tidak sesuai dengan kondisi sosiologis masyarakat. Sehingga pembangunan tidak tepat sasaran dan tidak sesuai kebutuhan. Serta nantinya dapat menjadi payung hukum baik bagi masyarakat disemua elemen,” papar Rosim. Wakil rakyat hari ini menurutnya, harus lebih jernih dan jeli melihat program-program pemerintah, termasuk program prioritas untuk kepentingan masyarakat.
“Jangan sampai program pemerintah yang ada justru hanya menghamburkan uang rakyat, Efek yang dirasakan tidak berdampak terhadap masyarakat. Setidaknya kita bisa melihat kondisi Lampung Tengah hari ini, infrastruktur jalan, pendidikan, pertanian dan perhatian terhadap masyarakat adat yang perlu diperhatikan lebih,” ungkapnya.
Rosim juga mengimbau kepada anggota DPRD Lampung Tengah agar lebih memperhatikan masyarakat adat. Sebab masyarakat adat dalam kehidupan bernegara didaerah tidak dapat dilepaskan.
”Sebelum Indonesia merdeka dan terbentuknya negara, Masyarakat adat telah ada begitu juga di kabupaten ini. Masyarakat adat adalah entitas antropologi yang tumbuh secara alamiah, Masyarakat dengan sistem pemerintahan yang sudah teratur, punya wilayah dan masyarakat. Namun pada kenyataannya, masih ada persoalan masyarakat adat seperti contoh dengan pihak koorporasi mengenai tanah ulayat,” tandasnya.
Diketahui, sebanyak 49 dari 50 anggota DPRD Lamteng resmi dilantik. Ketua Pengadilan Negeri Gunungsugih Syamsul Arief memimpin prosesi pengambilan sumpah jabatan di Gedung DPRD setempat, Senin (19/8/2019).Politisi PDIP Soemarsono didapuk sebagai ketua DPRD sementara dan Yulius Heri Susanto sebagai wakilnya.
“Peralihan pimpinan dari ketua DPRD Febriantoni kepada Sumarsono dan wakil ketua dari Wahyudi kepada Yulius Heri Susanto untuk menjadi pimpinan sementara sampai terpilihnya pimpinan definitif,” ucap Sekretaris DPRD Lamteng Syamsi Roli.Syamsi juga mengungkapkan terdapat satu anggota DPRD Lamteng yang sedang melaksanakan ibadah haji, yaitu Indra Jaya.“Pak Indra nanti yang melantik pak ketua definitif,” katanya. (Adv)

