Terkait Pembangunan Pasar Shoping Center, Pedagang Minta Dialog Bersama Pemkot

METRO (PBO) – Para pedagang Shoping Center meminta disertakan berdialog dengan Pemkot terkait pembangunan pasar tersebut. Mereka juga mengharapkan DPRD mendukung agar para pemilik kios di Shoping masih bisa mendapatkan tempat kembali, namun dengan harga layak. Hal itu terkuak dalam heraing para pedagang Shoping Center bersama DPRD.

Di Dewan para pedagang disambut hangat Ketua DPRD Anna Morinda, Ketua Komisi II Tondi Nasution, Ketua Komisi I Basuki serta para anggota lainnya.

“Kami minta dimanusiakan, karena tiba-tiba tanpa dialog surat datang meminta kami meninggalkan Shoping tanpa ada tempat penampungannya,” ucap Gunawan Penasehat Himpunan Persauadaraan Pertokoan Shoping, Senin (15/7).

Dikatakannya, prinsifnya para pedangang Shoping mendukung akan dibangun dan diremajakannnya Shoping, demi kesejateraan masyarakat. “Tetapi kami untuk diajak dialog renacana Pemkot meremajakan pasar tersebut,”tambahnya. Lalu jangan juga seorang bapak mengusir anaknya tanpa diberikan tempat.

Hal senada juga disampikan Ketua Perhimpunan Persaudaraan Pertokoan Sutan Fahri. Ia meminta DPRD agar surat tersebut untuk dicabut kembali. “Kalau kami di Shoping sudah tidak layak lagi, kami sudah memanggil konsultan dari UMM dan hasilnya bangunanya masih bisa digunakan hingga 15 tahun kedepan,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Leo Hutabarat menuturkan bangunan tersebut sudah tua berumur 38 tahun. Dikhawatirkan jika tidak dibangun kembali maka dapat rubuh dan menimpah pedagang. Memgapa pemkot tidak menyiapkan lokasi penampungan, dicontohkannya di pasar Cenderawasi untuk memindahkan penampungan saja memakan waktu hingga 7 tahun lamanya.

Terkait dengan solusinya, DPRD akan menggelar rapat kembali bersama dinas pasar dan dinas terkait lainnya. “Nanti hasilnya gimana setelah melalui hasil rapat. Jadi dewan belum bisa memutuskannya,”ucap Ketau DPRD Anna Morinda.

Dikatakannya, nantinya hasil rapat ini sebagai masukan. “Intinya repitalisasi pasar akan tetap bisa menampung para pedagang , namun dengan harga beli kios yang murah,” tuturnya. (Medi)

Editor: Mancar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *