Gedongtataan ( Pena Berlian Online)- Setelah mencuat pemberitaan disejumlah media, terkait dugaan korupsi bantuan Dana Desa (DD) DAN Anggaran Dana Desa ( ADD) Desa Kebagusan, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran tahun anggaran 2016-2018, oknum mantan kepala desa setempat mendadak minta tolong dengan Plt. Desa Kebagusan untuk membagi honor Linmas.
Anehnya, berdasarkan salah satu narasumber yang enggan ditulis namanya mengatakan, alasan keterlambatan pembagian honor linmas pada tahun 2018 dikarenakan mantan kepala desa tidak mengetahui siapa saja petugas linmas yang bekerja.
“Aneh orang petugas Linmas setiap hari ada yang jaga dikantor kok bilang tidak tau siapa saja yang tugas. Selain itu kok baru dibagi setelah kasusnya dimuat dikoran dan media online,”tegas narasumber pada, Selasa ( 10/7/2019).
Terpisah, seperti kita ketahui, berdasarkan laporan pertanggungjawaban anggaran DD dan ADD Tahun 2018 Desa Kebagusan, pihak desa telah menganggarkan untuk hansip ( Linmas) senilai Rp200 ribu/orang setiap triwulan sekali. Namun anggaran tersebut tidak diberikan kepada pihak yang bersangkutan alias fiktif.
Namun meski demikian, mantan Kepala Desa Kebagusan, Tohir membantah jika dana tersebut telah dikorupsi. Bahkan dirinya juga membantah dan mengatakan tuduhan tersebut tidak benar.
“Itu tidak benar, anggaran DD dan ADD desa kami sudah dilaksanakan sesuai dengan aturan. Silahkan konfirmasi langsung dikantor balai desa. Saya sudah tidak menjabat lagi,”elaknya kepada kru media Pena Berlian Online. (Red).

