KAFI Sebut Festival Kalianda Terkesan Dadakan dan Formalitas

LAMPUNG SELATAN (PBO) – Gelaran Festival Kalianda yang digagas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) minim publikasi dan promosi.

Event Festival Kalianda merupakan kegiatan tahunan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Disparbud untuk mempromosikan adat budaya, potensi wisata bahari yang dimiliki Kabupaten Khagom Mufakat ini.

Namun sayangnya, event yang menelan anggaran ratusan juta tahun ini kurangnya sosialisasi dan publikasi kepada masyarakat, terlihat tidak banyaknya spanduk dan banner yang dipasang disejumlah Kecamatan.

Selain itu, kegiatan tahun ini hanya terkesan seremonial yang menghamburkan uang negara. Sebab jika dibandingkan tahun lalu kegiatan sangat meriah dan Pemkab Lamsel mampu mengundang wisatawan dari luar negeri negara sahabat.

Hal tersebut dikatakan Ketua Komite Aksi Pemuda Indonesia (KAPI) Lampung Selatan (Lamsel) Dedi Manda melalui telefon selulernya. Selasa (9/7/19).

Dedi menyayangkan, acara Festival Kalianda yang di gelar sejak beberapa hari yang lalu menimbulkan banyak opini, sebab kegiatan yang di gelar terkesan dirahasiakan, mulai dari besaran anggaran kegiatan hingga roudown acara yang kurang terpublikasi dimedia.

“Banyak warga menanyakan kegiatan Festival Kalianda ini apa saja, berapa anggaran yang digunakan, sebab kurang meriah dibandingkan tahun lalu,” katanya.

Menurut Dedi, rangkaian kegiatan yang sudah berjalan terkesan tidak ada konsep yang jelas, terlihat banyak masyarakat tidak mengetahui apa saja kegiatan Festival Kalianda.

Bukan hanya itu, lanjut Dedi, minimnya Publikasi seperti stiker, pamplet, banner dan media massa membuat kegiatan yang menggunakan uang rakyat tersebut hanya formalitas saja.

Selain itu, kegiatan Festival Kalianda tahun lalu Pemkab Lamsel mengundang wisatwan luar negeri, dengan tujuan promosi wisata, ada budaya yang ada di Kabupaten Lampung Selatan kepada wisatawan yang diundang.

“Terkesan dadakan, banyak pertanyaan yg muncul dari kegiatan tersebut, baik jumlah anggaran dan kegiatannya, yang sangat mencengangkan adalah beberapa mediapun turut bertanya-tanya terkait agenda tersebut,” pungkasnya.

Sayangnya, hingga berita ini diterbitkan, wartawan media ini belum berhasil mengkonfirmasi pejabat berwenang di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamsel. Saat wartawan mencoba mendatangi kekantornya, yang bersangkutan tidak berada ditempat. (Wan)

Editor: Mancar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *