Jakarta (PBO) – Aktifis Jaringan Pemberantasan Korupsi (JPK) Sidik Ali,S.Pd.I berharap agar Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan KPK RI Jilid V bisa memprioritaskan dan memasukkan keterwakilan aktivis /penggiat anti korupsi.
Tokoh Adat yang Biasa disapa Suttan Kiyai ini mengatakan, saat ini bila dilihat dinamika yang berkembang di pimpinan KPK rata-rata berasal dari profesional dan dari kepolisian.
“Kami memandang dalam action pimpinan KPK saat ini kurang greget dan progres, sehingga outputnya masih jauh dari target pemberantasan korupsi yang diharapkan,” tegasnya, dalam siaran pers yang diterima Kiwarinews.com.
Semua itu, kata dia, didasari kasus korupsi yang dikatagorikan sebagai kejahatan luar biasa (Extra Ordinary Crime) yang semakin mewabah dan bertambah akut di negeri ini.
“Penanganannya harus dengan cara-cara yang luar biasa pula, triliunan uang negara yang seharusnya dikelola untuk kesejahteraan dan kemaslahatan rakyat dirampok dan curi dengan taktik culas hingga lama kelamaan kejahatan korupsi menjadi salah satu faktor runtuhnya NKRI. Dapat disimpulkan penentu menurun dan meningkatnya kejahatan korupsi ke depan berada ditangan pansel KPK yg diketuai ibu Yenti Garnasih,” jelasnya.
Tentunya, kata dia, dalam melaksanakan seleksi harus independen bebas dari tekanan dan berbagai kepentingan politis apalagi wakil rakyat, kredibilitas, kapabelitas, rekam jejak (track record) merupakan point yg maha penting dan merupakan bagian dari syarat utama yang harus dipertimbangkan oleh pansel KPK jilid V ini. (KwN)
Editor: Mancar

