Bandar Lampung (PBO) – Ketua Yayasan Alfian Husin Dr H Andi Desfiandi SE MA mengatakan, posisi eksisting geopolitik Indonesia sangat strategis untuk menjadi negara besar dan maju, jika mampu memainkan peran lebih dalam pergaulan politik internasional berbasis politik luar negeri bebas aktif.
Terkait desain isu perpindahan ibu kota negara, bangsa ini harus belajar dari sejarah dunia. Bagaimana sebuah negara berhasil atau gagal dalam proses perpindahan tersebut, dengan perspektif kajian dan daya dukung potensi dan keunggulan geopolitik.
“Secara geopolitik, Provinsi Lampung tentu aneka fakta keunggulannya akan memperkuat perpindahan tersebut ke Lampung dibanding daerah lainnya,” paparnya dalam presentasi perdana sesaat usai membuka FGD Emersia, Selasa, 15 Agustus 2017 silam.
Hal dimaksud, sambung inisiator FGD DKI Lampung ini, jika ditinjau misalnya dari aspek ketersediaan lahan, potensi dan mitigasi kebencanaan dimana Lampung masuk zona minim kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ketersediaan sumber daya air baku, aksesibilitas wilayah, analisis holistik pertahanan keamanan (hankam), serta keunggulan kompetitif sosial budaya.
“Terlebih, kini sedikitnya ada delapan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kabinet Kerja 2014-2019 di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), ada di Lampung. Ketahanan pangan, pusat pertahanan dan industri pertahanan maritim, hingga poros Jalan Tol Trans Sumatera sedang berkontemplasi di Lampung,” ulas dia.
Andi melengkapi materinya berjudul “Posisi Strategis Lampung Secara Geopolitik Sebagai Alternatif Ibu Kota Pemerintahan RI” dengan slide konten nukilan profil sejarah, success story dan best practice perpindahan ibu kota negara (dari 118 negara yang pernah merelokasi ibu kotanya, Red).
Di ujung bicara, Andi Desfiandi selain berharap FGD Emersia dimanfaatkan kalangan lintas akademisi, praktisi, legislatif, dan birokrasi, sebagai media untuk bisa berkontribusi menjawab persoalan Indonesia dari Lampung, disertai keyakinan bahwa potensi dan peluang emas keunggulan kompetitif Lampung tersebut akan memperkuat posisi geopolitiknya sebagai alternatif ibu kota pemerintahan RI.
Setelah Andi, presentasi Selasa cerah Agustus dua tahun lalu dilanjutkan oleh paparan pakar kebencanaan Lampung, Dr Any Nurhasanah ST MT, hijabers akademisi sekaligus Ketua Program Studi Gempa dan Tsunami Fakultas Teknik Universitas Bandar Lampung. Apa saja hal menarik yang dipaparkan alumnus Universitas Gadjah Mada ini? Simak terus ulasannya. [red/Muzzamil]
Editor: Mancar
