GUNUNG SUGIH (PENA BERLIAN ONLINE) — Menyoal keluhan para petani di Telukdalem Ilir, Kecamatan Rumbia, Komisi III DPRD Lampung Tengah (Lamteng) menggelar hearing dengan Dinas Pertanian dan Dinas Pengairan setempat.Komisi III meminta dinas terkait mengecek kondisi sawah petani Telukdalem Ilir, yang disebutkan terbengkalai akibat program cetak sawah.
Ketegasan ini disampaikan Ketua Komisi III DPRD Lamteng, Sumarsono usai hearing dengan Dinas Pertanian dan Dinas Pengairan, Senin (29/10) di gedung DPRD Lampung Tengah. Pada intinya, menurut dia, lahan yang dikeluhkan warga merupakan obyek program cetak sawah pada 20017. Sementara disebutkan, lahan yang dicetak sawah tersebut berupa rawa-rawa di tepian Way Seputih, dan sudah pernah menghasilkan.
“Dinas Pertanian dan Pengairan Lampung Tengah harus turun ke lapangan, untuk mengecek kebenarannya, berapa luas sawah yang dikatakan rusak. Kalau memang ada persoalan, kami segera turun juga. Tetapi untuk saat ini yang bisa dilakukan mengecek lokasi dan mungkin memberi bantuan benih dan pupuk,” kata Sumarsono.Diiperkirakan persoalan yang dihadapi warga pemilik lahan adalah kurangnya air. Karena memang tidak ada saluran irigasi di lokasi tersebut. Sementara itu petani di Telukdalem Ilir mengakui sebagain lahan itu merupakan rawa rawa, dan separuhnya merupakan tanah perladangan atau daratan yang semula ditanami pohon karet.
Sebelumnya, rawa rawa itu sangat menghasilkan ditanami padi, tetapi setelah dicetak menjadi sawah malah sulit dilalui kendaraan dan air menjadi mampat. Mampatnya air disebabkan ada gundukan tanah disana sini, yaitu tanah bekas kedukan cetak sawah.”Dari luas 30-an hektare, 50 persennya lahan kami adalah daratan yang ditanami karet, jagung, singkong dan kedelai. Tapi yang daratan sekarang jadi rusak,” ujar petani setempat. (adv)

