Way Kanan (Pena Berlian Online) – Warga Way Kanan diduga tidak mengantongi Izin aksi, serta terkesan premanisme. Osama, dari pihak PT. Terra Resources, meminta aparat kepolisian daerah setempat menegur aksi sepihak sekelompok warga yang telah menciderai hak kenyamanan pengguna jalan umum dan para sopir mobil batubara yang resah tak ada toleransi sedikitpun tentang larangan melintas di Way Kanan.
Menurut Osama, aksi sekelompok masyarakat Way Kanan yang menyetop armada batu bara pada Kamis (19/10) malam lalu, di Jalan Lintas Tengah Sumatera, Simpang Giham, Blambangan Umpu, menui protes para sopir yang diperlakukan layaknya premanisme.
“Harusnya jika memang berkepentingan untuk kondisi jembatan Way Umpu, mereka lebih aktif pada imbauan dan mengarahkan untuk tempuh jalan aternatif yang ada. Sehingga para sopir bisa cuti kerja keesokan harinya. Bukan telantar,” tegasnya, Minggu (21/10). “Parahnya lagi, Tambah Osama, kelompok warga ini setelah setelah aksi, mereka tidak melakukan upaya perbaikan jembatan. Artinya, kegiatan itu terkesan asal-asalan. Kalau sekadar membuat kerusuhan, jelas itu seperti premanisme, tentu polisi bisa menindak lanjuti hal itu, “paparnya. (Alex)

