Lemhannas Gelar Diskusi Bareng Pemred Media Massa Bahas Hoaks dan Post Truth

JAKARTA, (PENA BERLIAN ONLINE) – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI menggelar diskusi bersama dengan Pimpinan Redaksi (Pemred) media masa jelang acara Jakarta Geo-Political Forum yang akan digelar di Jakarta, pada 24 Oktober 2018.

Kegiatan skala internasional tersebut merupakan kali kedua setelah sebelumnya juga dilaksanakan pada 2017 dengan tema ‘Geopolitics in Changing World’. Kali ini Geo-Political Forum kembali hadir bertajuk ‘Memetakan Dinamika Geopolitik di Masa Depan’.

Dalam diskusi tersebut salah satunya menyoroti soal era post truth dan fenomena hoaks di media sosial yang belakangan dengan mudah tersebar dan dikonsumsi publik.Salah satu narasumber dalam diskusi, Kombes Raden Sindhu mengatakan, saat ini masyarakat kerap mengungkapkan suatu hal yang disebut hoaks dan post truth, meski tanpa data. Hal tersebut diyakini sebagai sebuah kebenaran.”Dan apabila ini kita biarkan satu kebohongan yang secara terus-menerus akan membangun persepsi kolektif dan secara bertahap membentuk sifat kolektif dan terjadi kerusakan masal bahkan sampai perang ini diakibatkan hoaks dan post truth,” kata Sindhu di Lemhannas, Senin (15/10/2018).

Hoaks sendiri kata Sindhu merupakan berita bohong, sementara post truth adalah kebenaran alternatif. Ia mencontohkan ucapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat ingin membuat benteng pembatas antara AS dan Mexico, namun hal itu tidak terjadi.”Hoaks dan post truth lebih banyak tidak hanya di permukaan. Hoaks dan post truth ada pelakunya ada medianya ada motifnya, ada motif politik, uang dan lainnya terbukti Sarachen bayaran dengan tarif tertentu,” paparnya.

 

Menurut Sindhu, yang menjadi kekhawatiran adalah ketika hoaks menjadi budaya sehingga sulit untuk dihilangkan.”Untuk itu penting untuk memberikan pendidikan akan pemahaman bahwa dampak hoaks kurang bagus melakukan pelatihan dan lainnya. Hal itu harus menjadi komitmen dengan begitu hoaks dan post truth bisa kita antisipasi,” tukasnya. (okz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *