Ketua Pokjawan Minta Pemda Mediasi Persoalan Gedung Balai Wartawan

Way Kanan (Pena Berlian Online) – Ketua Pokjawan Way Kanan  menyikapi persoalan PWI Way Kanan dan para tokoh senior wartawan didalam keaslian gedung Balai Wartawan yang sedang dalam renovasi pembangunan baru oleh PWI saat ini.

Ketua Kelompok Kerja Wartawan (Pokjawan)  Way Kanan Dedy Tarnando, meminta agar pemerintah daerah Way Kanan bisa memfasilitasi ruang pertemuan sejumlah petinggi organisasi wartawan dan PWI sendiri untuk sikap pengubahan gedung Balai Wartawan tanpa dilakukan musyawarah besar wartawan terlebih dahulu. Sebab, dana hibah yang diusulkan PWI untuk pembangunan gedung Balai Wartawan tidak menimbulkan kecemburuan. Apakah itu dana PWI atau atas nama Balai Wartawan sendiri.

“Memang sampai sekarang belum ada larangan seluruh wartawan Way Kanan bisa memanfaatkan gedung itu dari organisasi wartawan manapun. Namun,  dengan mengubah bentuk bangunan tanpa keputusan bersama terkesan bahwa itu dibebaskan saja untuk PWI.

Dan banyak yang tidak tau itu Balai Wartawan telah mengakui gedung itu resmi menjadi kantor PWI sejauh ini, “tuturnya, Rabu (4/10/2018) malam.  Dedy menegaskan kembali, sebaiknya pemerintah daerah segera ambil langkah menyikapi hal ini. Ketidakharmonisan para awak media ini akan merugikan pemerintahan daerah sendiri.

“Mesti dipertegas dalam hal aset (Balai Wartawan–red) tersebut, mungkin yang dimaksud teman-teman adalah bukan dalam hal kepemilikanya. Sudah seyogyanya pemerintah daerah menyediakan ruang bagi awak media agar dapat menunjang kreativitas. Tumbuh kembang wartawan serta  terjaganya ikatan dari para wartawan di Bumi Ramik Ragom yang merupakan kekayaan bagi Kabupaten Way Kanan, “pungkasnya. (Alex)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *