Bandar Lampung (Pena Berlian Online)–Terkait program cetak sawah yang digulirkan Presiden Jokowi dalam rangka meningkatkan produksi pangan, Barisan Relawan Jokowi Presiden ( Bara JP) mengingatkan agar program tersebut direalisasikan secara merata.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Bara JP Lampung Really Reagen, Rabu, 27/9/2018. Selain program cetak sawah, pemerataan bantuan pertanian juga diharapkan menyentuh pada bantuan dana Bansos untuk petani tebu di Lampung.
“Cetak sawah mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Sementara pemberdayaan petani tebu dilakukan dengan bantuan dana Bansos. Bantuan ini seyogyanya dapat digunakan secara bergantian oleh klompok petani lain,” ungkapnya.
Menurut Really, langkah tersebut dilakukan agar petani dapat berkembang dengan merata. “Kita harap kinerja kejaksaan tinggi bagaimana kelompok-kelompok tani yg blom mengembalikan Dana bamsoos, agar kiranya permasalahan hukum ini terang bukan tenang,” ujar Really.
Terpisah Ketua Kelompok Petani Tebu Rakyat (KPTR) Raja Pemuka Manis ( RPM), Kabupaten Waykanan, Harmonis Siaga Putra saat dihubungi melali via WhatsApp mengatakan, sejak serah terima jabatan sebagai ketua KPTR dari pengurus lama kas kelompok petani tebu hannya memiliki saldo Rp5 juta.
“Gak ada cuma ada saldo Rp5 juta aja, itu pun masih di bank karena belum penghetian sepesimen karen akta perubahan belum jadi,”ungkap Harmonis belum lama ini.
Ketua KPTR Harmonis juga membenarkan jika pada tahun 2018 ada pembayaran dari kelompok tani tebu sekitar Rp400 juta, namun kata dia uang tersebut sudah habis untuk dana oprasional pengurus lama.
“Iya kata dia ( Anwar pengurus lama Red) ada pebayaran hutang, namun kata mereka selama dua tahun gak ada dana oparasional dan gajih karyawan serta rental dan segala macamlah jadi saldo kosong bung jadi di rafel kata mereka,”jelasnya.
Namun harmonis mengatakan para anggota kelompok KPTR berjanji akan mengangsur hutang mereka pada ahir Tahun 2018.
“Untuk saat ini dana KPTR masih kosong bung, belum ada pengebalian dari semua kelompok tani mereka janjinya akhir tahun tutup giling nanti baru nyicil hutang kepada kelompok dan batuan perluasan tebu tahun 2018 dari pusat batal juga gak jadi turun,”pungkasnya.(Alex).

