Konser Amal di UBL, Melly Goeslaw: Tabik Pun!

BANDAR LAMPUNG, (PENA BERLIAN ONLINE) – Ribuan orang memadati konser amal bertajuk ”Tanda Cinta Kham Ulun Lampung untuk Palestine dan Lombok Bersama Melly Goeslaw” di Mahligai Agung Convention Hall Pascasarjana Universitas Bandar Lampung (UBL), Selasa, 11 September 2018.

Kedatangan Melly Goeslaw pun disambut dengan tepuk riuh para pengunjung.Sebelum menyanyikan lagu hitsnya, Melly mendapatkan selendang tapis dari Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Aprilani Yustin.Melly Goeslaw (kiri) berfoto bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Aprilani Yustin. (Tribun Lampung/Hanif Mustafa)

“Tabikpun. Wah, saya hanya bisa ngomong itu. Semoga bisa bahasa Lampung,” ujar Melly sebelum bernyanyi.Melly menyapa Yustin, Plt Sekprov Lampung Hamartoni Ahadis, dan hadirin yang mengadiri konser amal yang digelar Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung ini.

“Konser amal kemanusiaan ini adalah wujud masyarakat Lampung untuk Lombok dan Palestina. Kita akan mendengarkan saya bernyanyi. Tapi, itu bukan intinya. Intinya, malam ini adalah donasi untuk Palestina dan Lombok,” tandasnya.

Sebelum konser dihelat, Hamartoni yang mewakili Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengungkapkan bahwa konser ini merupakan bentuk cinta orang Lampung kepada rakyat Palestina dan Lombok.Menurutnya, persoalan Palestina adalah persoalan dunia. Sejarah Palestina sangat panjang. Mulai dari berdirinya Palestina sampai sekarang.

“Sedangkan bencana Lombok merupakan bencana yang dirasakan oleh bangsa Indonesia. Sebagai warga Lampung, hati kita terketuk untuk memberi sumbangsih kepada korban Palestina dan Lombok,” ungkapnya. Hamartoni juga mengapresiasi ACT yang telah menggalang dana serta berdoa bersama untuk rakyat Palestina dan Lombok.

“Sehingga tidak lupa saya sampaikan rasa terima kasih kepada saudara kita yang telah menyumbangkan sebagian hartanya. Semoga sumbangan saudara kita di Lampung ini bisa menjadi amal hidupnya,” tandasnya.Direktur ACT Lampung Yungki Pramono menuturkan, konser ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat Lampung terhadap saudara yang berduka di Palestina dan Lombok.

“Khususnya Lombok, sampai saat ini data yang masuk, dari gempa di Lombok berdampak pada 515 jiwa yang meninggal, 7.775 luka-luka, 417 ribu orang mengungsi, 73 ribu rumah mengalami kerusakan, 608 tempat ibadah rusak, dan 559 sekolah hancur,” sebut Yungki.

Yungki mengatakan, ACT membuat tiga program bantuan untuk Gempa Lombok, yakni Emergensi, Recovery, dan Membangun Sosial Ekonomi.

“Emergensi ini sudah kami lakukan dan lalui saat gempa terjadi. Bantuannya yakni air minum, bahan makan, tempat tidur. Lalu recovery ini kami membangun shelter atau yang kami maksud hunian, WC dan masjid. Dan membangun sosial ekonomi ini untuk membangun kembali roda perekonomian lombok,” tukasnya.

Adapun target ACT di Lampung adalah membangun 1.000 shelter, 60 masjid, 41 sekolah darurat, dan 10 unit sumur dalam.”Dan yang menjadi concern ACT di Lombok Utara dan Lombok Timur, karena kedua daerah itu paling banyak menelan korban,” tegasnya.

Tak hanya itu, Yungki mengaku telah mengirimkan dua kali relawan ACT Lampung ke Lombok. Dan yang pertama sudah kembali ke Lampung.”Semoga yang ketiga akan kami kirimkan, dan kemudian kami akan mengirimkan bahan pangan pada tanggal 13 September nanti. oleh sebab itu, kami mengajak elemen masyarakat Lampung untuk memberikan donasi terbaik,” sebutnya.Yungki menambahkan, setidaknya pihaknya telah menyebar 2 ribu undangan.”Saat ini saya lihat di gedung ini penuh dan banyak yang hadir, dan semoga ini bisa menggerakkan saudara kita di Lombok,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *