Program Lampung Selatan Emas Terus Digulirkan

BANDAR LAMPUNG (PENA BERLIAN ONLINE) — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung Selatan terus menggiatkan program kerja dan rencana strategis yang sudah disepakti pemerintah dan pengurus. Hal itu sesuai dengan misi Lampung Selatan Emas.

Kegiatan yang dilakukan, di antaranya melakukuan pemantauan bakat atlet dari tiap kecamatan. Selanjutnya, bakat-bakat tersebut akan dibina untuk diproyeksi ke ajang-ajang  besar, seperti PON 2024 atau Olimpiade 2028.

“Kami sudah menjalankan apa yang sudah disepakati bersama bupati. Kini sudah ada 20 atlet yang kami bina. Di Natar ada 10 yang dilatih 1 pelatih, kemudian di Jatimulyo 5 orang dan dua pelatih. Di Kalianda 5 atlet dan 3 pelatih,” kata Ketua Umum KONI Lampung Selatan, Frans Nurseto, kepada Lampost.co, Jumat (24/8/2018).

Untuk mendukung itu KONI juga membentuk satuan tugas (satgas) yang bertugas mempersiapkan agenda dan kegiatan multievent, yaitu Porprov 2021. Pihaknya juga mendata dan memetakan atlet yang akan dibina menjadi tiga kelompok. Ketiga kelompok itu, yakni pembinaan khusus dan madya untuk atlet peraih medali Porprov 2017 dan utama yang diproritaskan kadet dan diprediksi bisa meraih emas.

“Pembinaan yang dilakukan bukan hanya untuk atlet yang diproritaskan emas saja. Ada juga pembinaan untuk pelapis di bawah binaan pengurus cabang olahraga masing-masing. Dengan target kedepan atlet pelapis ini bisa juga masuk ke program Lampung Selatan Emas. Pola program ini sudah diatur  undang-undang,” ujarnya.

Mengenai masa transisi pergantian kepala daerah (Bupati), dia mengaku secara program pihaknya sudah jelas dan disepakati bupati sebelumnya. Oleh karena itu, sesuai kapasitas dan kewenangan, pihaknya akan segera berkooordinasi dan komunikasi dengan Bupati saat ini. Bahkan, surat permohonan untuk berdialog sudah dilayangkan ke bupati.

“Tujuan utama bertemu dengan Pak Bupati adalah agar saya bisa mempresentasikan program yang sudah disahkan bupati sebelumnya. Ini perlu saya sampaikan agar semua paham secara utuh program KONI saat ini. Intinya, saya akan menunggu jawaban dari beliau kapan bisa bertemu. Karena surat sudah dilayangkan tiga kali dan belum ada jawaban,” kata Frans.

Permohonan berdialog dengan Bupati, tambahnya merupakan upaya menjawab surat mosi tidak percaya kepengurusan serta program KONI yang baru tidak memiliki visi misi yang jelas. Selain itu, tidak ada koordinasi dengan pengurus cabang olahraga dan lain sebagainya. Sementara, semua program KONI sudah disepakati Bupati sebelumnya dan masuk APBDP dengan jumlah yang sangat fantastis. (lps)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *