Lampung Timur, (PENA BERLIAN ONLINE) – Konsumsi pangan masyarakat Lampung Timur belum beragam, bergizi, dan seimbang. Penilaian itu disampaikan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lamtim, Syahrudin Putera, saat membuka Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) di Gedung Pusiban Kompleks Pemkab Lamtim, Kamis (09/08/2018).
Dengan demikian, kata dia, konsumsi masyarakat Lampung Timur masih di bawah standar ideal dengan skor Pola Pangan Harapan (PPH) 84,9. Penilaian itu sendiri didasarkan pada analisis konsumsi pangan 2017. “Dari data yang ada, skor di bawah angka ideal tersebut banyak disumbang dari kelompok pangan umbi-umbian, pangan hewani, kacang-kacangan dan gula,” ujarnya. Sementara pada kelompok pangan padi-padian, minyak dan lemak, buah/biji berminyak, sayur dan buah, telah mencapai skor PPH standar. Adapun acuan kuantitatif untuk ketersediaan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dalam satuan rata-rata per kapita 2.150 kilo kalori (kkal), protein 57 gram, serta skor PPH standar 100.
“Angka tersebut merupakan standar kebutuhan energi bagi setiap individu untuk menjalankan aktivitas. Sedangkan skor PPH menjadi acuan keragaman ketersediaan pangan,” imbuhnya.Di tempat yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Timur Putri Ernawati menambahkan, Lomba Cipta Menu B2SA ini diharapkan dapat menggugah kesadaran keluarga untuk meningkatkan nilai gizi dengan potensi pangan lokal.
“Dengan menu pangan alternatif bagi keluarga, diharapkan lomba yang diikuti 24 peserta dari 24 kecamatan di Lamtim ini bermanfaat bagi seluruh keluarga di Lamtim. Pemenuhan nilai gizi tentunya sangat penting untuk tumbuh kembangnya anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa,” tandasnya. (adv)

