BANDAR LAMPUNG, (PENA BERLIAN ONLINE) – DPD PDI Perjuangan membantah Herman HN – Sutono membentuk tim 10 yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Lampung.Bahkan, Resmen Kadafi, tim Sahabat Herman HN pun ikut membantah. Menurut Resmen, ada banyak relawan dan simpatisan yang mendukung dan memenangkan Herman HN – Sutono.
“Saya saja tidak tahu, relawan Herman HN – Sutono ada namanya tim 10. Dibawah koordinator siapa mereka. Jangan hanya mengaku ngaku sebagai relawan Herman HN – Sutono,” katanya, Rabu (30/5/2018).Oleh karena itu, Resmen meragukan adanya tim 10 tersebut apakah itu nyata atau ghaib.Menurut Resmen, yang namanya relawan yang bergerak harus dengan niat tulus dan ikhlas untuk Lampung yang lebih baik bukan untuk kepentingan pribadi.
“Kalaupun tim 10 itu ada, pengalihan dukungan terhadap paslon nomor urut 1 itu keliru. Saya harus sampaikan bahwa berjuang itu harus tulus dan ikhlas,” ujarnya.Dilanjutkan, berjuang memenangkan Herman HN – Sutono itu harus diabdikan untuk perjuangan memenangkan kesejehteraan rakyat.Selain itu, lanjutnya, kekeliruan lain adalah kenapa malah dialihkan ke Ridho – Bachtiar?“Coba cek.. sederet nama beken yang pernah berjuang memenangkan Ridho Bachtiar di 2014 lalu. Apa masih ada bersama Ridho Bachtiar di Pilgub 2018?.
Resmen menyebut nama nama beken diantaranya ada Hanan Razak, Nizwar Affandi, Syamsir Firdaus, Heri Wardoyo, Eky Setyanto, Sudarsono.“Nama nama beken itu ada Hanan Razak (mantan Ketua Tim Ridho Bachtiar), Nizwar Affandi (mantan Sekretaris tim pemenangan Ridho Bachtiar), Syamsir Firdaus (Lamteng), Heri Wardoyo (Tulang Bawang), Eky Setyanto (Lamsel), Sudarsono (Metro). Silahkan cek. Apa nama nama tersebut sekarang masih bersama Ridho Bachtiar? Kenapa nama nama beken itu tidak lagi bersama Ridho Bachtiar? Jadi saya kira makin keliru saja mengalihkan dukungan ke paslon no 1,” tandasnya.
Sebelumnya dikabarkan ada sekelompok orang yang mengkalim tim 10 bentukan paslon nomor urut dua, Herman HN-Sutono yang beranggota 10 orang setiap desa ini membelot ke pasangan Ridho-Bachtiar karena menganggap ada kesamaan visi dan misi.Tim 10 yang menyatakan mengalihkan dukungan ini berasal dari Tim 10 Kabupaten Tanggamus, Pesisir Barat, Lampung Barat, Waykanan dan Lampung Utara.
Pengalihan dukungan itu dituangkan dalam surat pernyataan bersama yang ditandatangani masing-masing Ketua Tim 10 yakni Ketua Tim 10 Tanggamus Amunudin, Ketua Tim 10 Pesisir Barat Ishar, Ketua Tim 10 Lampung Barat Santo, Ketua Tim 10 Waykanan Ismail, dan Ketua Tim 10 Lampung Utara Dodi Saputra, Selasa (29/05/2018). (lic)

