Pesawaran (PENA BERLIAN ONLINE) – Dalam memberikan nuansa persatuan, Muli Makhanai Way Lima Desa Tanjung Agung didapuk sebagai tuan rumah dalam pegelaran BETABUH yang di lakukan oleh delapan sanggar Betabuh.
Dalam pegelaran tersebut warga masyarakat suku Lampung dan di luar suku Lampung turut hadir dalam memeriahkan pegelaran tersebut, tidak lupa dihadiri para pemuka adat dan kepala desa dan saat di wawancarai selaku tokoh adat dengan Gelar /Adok Jaksa Batin yang bertempat di Pegelaran Betabuh di lingkungan halaman Pemuka adat yang bergelar Suntan Pengayom Magkhga Sabtu malam Minggu, (28/04) beberapa waktu yang lalu. Butabuh adalah salah satu seni budaya Lampung yang harus tetap kita lestarikan dan selalu kita banggakan sebagai orang Lampung.
Di tempat yang sama, Subhan Ferry.,S.E selaku Kepala Desa juga menghimbau mengingat zaman yang sangat prihatin ini dengan banyaknya seni budaya asing dan sebagai orang Lampung mari kita lakukan Pegelaran Betabuh ini sebagai salah satu seni budaya Lampung kita selain membudayakan budaya Lampung sebagai muli mekhanai Lampung harus saling kompak dan terus berkomunikasi dengan melakukan kegiatan kegiatan seni budaya baik itu betabuh, pubalah/wawancan , khakot dan lain lain .
Lanjut kades, “melestarikan seni budaya Lampung jelas tugas kita bersama selaku orang Lampung sehingga seni budaya Lampung akan selalu ada dan menjadi suatu kebanggaan dan selalu ada di hati masyarakat yang ada di Lampung , mari kita lestarikan seni budaya Lampung . “Serta mengukuhkan rasa persaudaran dan persahabatan seni Butabuh SAI BATIN di tiap – tiap sanggar yang ada di kabupaten Pesawaran yang ber juluk bumi andan jejama”.
Hal senada yang di sampaikan Dedi Hazairi selaku pembina Sanggar Kuntum Mekar desa setempat yang bergelar Adok Minak Kalifah, “pegeleran akan dilakukan secara rutin dan sangat positif dalam menentukhan prilaku Muli Mekhanai demi menghindari hal – hal negatif yang semarak di lingkungan / kenakalan remaja. (wandi)

