BANDAR LAMPUNG (PENA BERLIAN ONLINE) — PT PLN (Persero) Distribusi Lampung menjamin ketersediaan listrik pada momentum besar dalam waktu dekat ini. General Manager PLN Distribusi Lampung Julita Indah mengatakan selama bulan ramadan akan ada banyak aktivitas keagamaan di masjid sehingga PLN akan menjaga pasokan listrik agar bisa dinikmati warga dan mendukung kegiatan positif selama bulan suci hingga Idul Fitri.
“Tentu d isetiap masjid akan ada banyak kegiatan untuk mengisi bulan ramadan, dan itu memerlukan listrik sebagai penerangan dan lainnya, kami siap mengakomodir itu,” kata dia saat dikonfirmasi Lampost.co, Rabu (25/4/2018). Selain itu, PLN juga akan menjaga ketersediaan listrik jelang Pilkada, mengingat hampir seluruh proses yang terjadi dalam pesta demokrasi berbasis IT dan digital yang tentunya membutuhkan listrik yang mumpuni sehingga proses Pilkada dapat berjalan lancar tanpa kendala.
Ia mengatakan saat ini Lampung memiliki kapasitas pembangkit sebesar 566,22 mw, pembangkit sewa sebesar 314 mw dan mendapatkan suplai daya dari interkoneksi Sumatera Bagian Selatan sebesar 350 mw, sehingga total daya sebesar 1.230,22 mw dengan beban puncak sebesar 966 mw. Artinya, saat ini Lampung memiliki surplus listrik sebesar 263,92 mw (21,45%).
“Secara daya listrik Lampung surplus, namun menjelang ramadan dan Pilkada, PLN akan mengintensifkan pemeliharaan jaringan,” ujarnya. Untuk rasio elektrifikasi, saat ini Lampung sudah mencapai 88,15% terlistriki. Sedangkan untuk listrik pedesaan, tersisa 113 desa lagi dari total 2.640 desa di Provinsi Lampung untuk terlistriki agar mencapai 100%. Dalam hal listrik pedesaan, PLN Distribusi Lampung memiliki program lampung Terang 2019 yang diusahakan selesai lebih awal.
“Hal ini tentu tidak mungkin diselesaikan sendiri oleh PLN. Kesuksesan program tersebut merupakan bentuk adanya dukungan serta kerjasama yang solid antara PLN, pemerintah dan seluruh stakeholder,” imbuhnya. Namun, masih dimungkinkan terjadi gangguan karena gangguan alam yang tidak bisa terhindarkan seperti cuaca yang buruk, gangguan hewan baik kukang, bunglon dan sebagainya, bencana alam seperti longsor, hingga pohon yang mengganggu kabel karingan dan sulit ditebang.(*)

