Muarah Korupsi, Kemanakah Dinkes Parepare?

Sulawesi Selatan, (Pena Berlian Online) – Korupsi dana Dinkes Kota Parepare, Sulsel, rupanya terus menggelinding, membalut pelakunya sebagai konsekuensi amoral. Keseriusan Aparat Penegak Hukum(APH) terus bekerja ekstra seakan tak pernah redup, berkonsentrasi mengumpulkan data valid korupsi yang diduga berjamaah tersebut.

”Kami salut kerja nyata APH selama ini dalam mengungkap Korupsi Dinkes,” kata sumber yang enggan disebut namanya.

“Sembari menambahkan pentingnya di telusuri, kemana muarah uang korupsi Itu. Setelah di titip dr Yamin.” ujarnya terenyuh.

Menurut pengacara Bakri Remmang, S.H apapun bentuknya, apakah itu titipan hasil korupsi atau penerima, jelas turut bersama merugikan negara.

Sementara Yulianus Paladong, S.H menyebutkan bahwa tersangka dugaan korupsi dana Dinas Kesehatan (Dinkes) Tahun 2018 adalah; Zah & Jam. Dia di tengarai sebagai penerima titipan dari dr Muhammad Yamin, jumlahnya Rp 3 Milyar lebih. Titipan dugaan korupsi itu dimulai sejak Tahun 2015 hingga 2017.

Narasumber berharap kiranya muarah uang titipan itu jelas kemana arahnya. Harapan Aktifis Yulianus Paladong, S.H APH terus memburu dalang korupsi Dinkes yang diduga kuat berjamaah itu. Korupsi itu pasti berkalaborasi dengan orang tertentu yang dianggap dapat diajak kerja kompromi.

”Saya pernah bertemu dengan dr Yamin dan juga menanyakan dugaan korupsi waktu itu. Tapi dr Yamin terus berdalih mengingkari hal ini.” ungkap Yulianus.

Satu lagi narasumber dengan terang mengatakan, ”Pak Yamin kan sekarang sudah di penjara, kemudian Zah & Jam sekarang sudah tersangka. Saya juga turut kagum dengan kerja nyata APH. Apalagi banyak pihak mengetauhi kasus korupsi ini di duga keras banyak oknum yang terlibat.” tambahnya.

“Untuk membantu APH menjelaskan surat pernyataan dr Yamin bermaterai kepada sejumlah pihak yang terlibat dugaan korupsi uang Dinkes sebenarnya menjadi pintu masuk untuk membongkar semua penyebab korupsi selama 4 Tahun berturut turut. Yaitu mulai Tahun 2014 sampai 2017.” jelas sumber yang minta jati dirinya di rahasiakan.

Sementara itu beberapa anggota DPRD Kota Parepare ketika dimintai konfirmasi terkait masalah yang membelalakkan mata masyarakat ini,  tidak memberi respon. (Abd Malik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *