Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Melakukan Silaturahim ke Forda LKS/LKSA Bandar Lampung

Bandar Lampung (Pena Berlian Online) Forda Lembaga Kesejahteraan Sosial/Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKS/LKSA) Kota Bandar Lampung mengadakan koordinasi bersama silaturahim bulanan pengelola LKS/LKSA yang ada di Bandar Lampung, hari Rabu (19/10/2022) lokasi di LKSA Asmai Rahman.

Ketua Forda Kota Bandar Lampung mengatakan bahwasannya terdapat 5500 anak, 125 LKS/LKSA se kota Bandar Lampung, 50 LKS/LKSA yang sudah terakreditasi.

Kepala Dinas Sosial mengutamakan dana untuk ODGJ namun untuk anak yatim piatu dan duafa kurang menjadi perhatian bantuan dari pemerintah, “ujar Amir Hamzah”.

Setelah pengajuan dana operasional LKS/LKSA namun enam bulan berjalan APDBP hampir mau dapat, dan data sudah dibuatkan namun tak jadi dapat untuk dialihkan dana ke yang lain, “gumam, ketua Forda Amir Hamzah”.

Harapan dari Pak Amir Hamzah baik pengurus LKS/LKSA dapat bergandengan tangan, untuk pemerintah kota Bandar Lampung, BAZNAS dapat bersinergi untuk dapat memperhatikan LKS/LKSA yang merupakan lembaga pemerhati dan merawat anak yatim, piatu, fakir, miskin dan Lansia, harapan kepada pemangku jabatan kota Bandar Lampung dapat menganggarkan uang makan satu kali Rp. 20.000 sehari per anak disetiap LKS/LKSA seperti LKS/LKSA Riau, ucap Amir Hamzah”.

Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara sesuai dengan UUD 1945.

Nabi Muhammad S.A.W. merupakan suri teladan ummat, terkait bapaknya anak Yatim piatu.

Bapak Ismail Sholeh sebagai Ketua Baznas Kota Bandar Lampung, yang baru saja menjabat bulan Agustus 2022.

Qs. AtTaubat 103 : Ambillah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu menumbuhkan ketenteraman jiwa bagi mereka. Alloh maha mendengar lagi maha mengetahui. Baznas kota Bandar Lampung memiliki program penyaluran untuk bidang sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi dakwah,agama dan advokasi.

Bapak Ismail Soleh selaku Ketua Baznas Bandar Lampung mengatakan bahwasannya pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) terdiri dari instansi vertikal pemerintah Kab/Kota, satker tingkat pemerintah, BUMD, swasta, pendidikan dasar, masjid, mushola, LKS/LKSA yang boleh memiliki SK resmi unit pengumpulan zakat. Penghimpunan, penyalurannya dan pelaporan harus jelas sehingga dapat memicu donatur memiliki tingkat kepercayaan untuk menyalurkan zakat, infak dan sodakoh sehingga dapat dirasakan oleh lapisan masyarakat yang sangat membutuhkan terutama dan diutamakan anak yatim piatu, orang tidak mampu, fakir, miskin, anak terlantar, Lansia, dan Jompo, karena sudah sangat mengetahui bersama bantuan-bantuan donatur disalahgunakan sehingga masyarakat yang sangat membutuhkan tidak sampai, disinilah LKS/LKSA sebagai penggerak dapat membantu pemerintah kota Bandar Lampung merupakan tonggak pendata yang akurat serta langsung aksi nyata ke fakir, miskin, duafa, yatim piatu, Lansia dan Jompo.

Terkadang zakat infak sodakoh merupakan menjadi lahan empuk yang tidak menjadi perhatian untuk diaudit baik dari Pemerintahnya sendiri maupun Lembaga yang mengelola sehingga mengurangi tingkat kepercayaan donatur untuk menyalurkan zakat infak sodakohnya hanya untuk mengenyangkan pengelolanya namun pertanggung jawabanny akhirat kepada Alloh Swt, “ujar Ismail Soleh”.

Oleh karena itu mari kita bersama sama memperbaiki tata kelola administrasi yang kurang baik menjadi baik dengan cara memberikan laporan pertanggung jawaban yang akurat bukan manipulasi data sehingga dapat langsung dirasakan oleh masyarakat kota Bandar Lampung yang membutuhkan, sehingga donatur dengan sendirinya akan datang menyalurkan Zakat, Infak Sodakoh karena percaya penyalurannya ke Baznas, maka akan tercipta masyakarakat Bandar Lampung sejahtera dan tidak ada lagi anak-anak miskin putus sekolah yang tidak mengenyam pendidikan Perguruan tinggi negeri/swasta, ketika tingkat kemiskinan berkurang, maka kriminalitaspun sedikit karena ekonomi masyarakatnya diberikan perhatian lebih ketika semua bergandengan tangan dengan peduli satu sama lain, “ucap Ismail Soleh”.

Pewarta Novis PM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *