BANGKA BARAT (PPO)-Dampak kenaikan Harga gas elpiji (LPG) nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram di Kabupaten Bangka Barat, berimbas kepada gas subsidi 3 kg.
Pasalnya sejak kenaikan harga gas nonsubsidi bannyak masyarakat mampu beralih serta berburu gas LPG ukuran 3 Kg. Alhasil pada bulan ramadhan gas LPG ukuran 3 kg langka dan menghilang dari peredaran.
“Gas elpiji ukuran 12 kilogram sama 5,5 kilogram naik sejak 27 Februari lalu. Harga lama yang 12 kilogram Rp168.000 naik jadi Rp250.000. Sementara yang 5,5 kilogram biasanya ngecer harganya Rp60.000 menjadi Rp75.000, sehingga bannyak orang kaya ikut berburu gas LPG ukuran 3 Kg,”Ujar salah satu warga yang enggan ditulis namanya pada (4/4/2022).
Narasumber berharap, kepada pemerintah Kabupaten Bangka Barat terkait segera menangani kelangkaan gas LPG ukuran 3 kg. Pasalnya jika tidak ditangani dihawatirkan dimanfaatkan oleh para oknum pedagang yang mengeruk keuntungan dibalik kelangkaan gas Elpiji subsidi.
“Kami berharap pemerintah daerah terkait segera menertipkan kelangkaan gan elpiji subsidi. Sebab jika ini dibiarkan akan mennyengsarakan masyarakat kecil kebawah,”pungkas narasumber.(Yopi Herwindo).

