Lampungtengah ( Pena Berlian Online )- Pelaksana Tugas ( Plt) Bupati Lampungtengah, Loekman Djoyosoemarto, ahirnya angkat bicara terkait isu yang beredar dimasyarakat, tentang isu miring masalah korban banjir serta tuduhan sebagai pelapor atas bupati non aktif Mustafa kejadian beberapa waktu lalu saat ditahan KPK.
Secara tegas dia mengatakan bahwa informasi itu tidak benar. Sebab kata dia, tidak ada niatan sedikitpun bagi dirinya untuk menghujat masyarakat yang terkena musibah banjir, melainkan sebatas himbauan.
“Saya itu, sebagai Plt Bupati hannya ingin mendidik masyarakat, agar jangan bergantung kepada pemerintah daerah. Masyarakat harusnya mawas diri dan menjaga pola hidup serta lingkungannya dengan baik. Jadi dengan kejadian banjir bandang yang beberapa waktu lalu itu harus menjadi pembelajaran bagi kita semua,”ujarnya, saat dikonfirmasi melalui via telpon oleh, Pimpinan Umum/Redaksi Media ini, M. Nurullah RS, pada Sabtu (3/2/2018) malam.
Menurut Loekman, saat terjadi bencana banjir, dirinya dengan cepat dan sigap telah mengerahkan aparatur pemerintahnya untuk cepat memberikan bantuan kepada masyarakat.
“Orang itukan hannya tau kulitnya, isi didalamnya tidak tau. Untuk penanggulangan bencana alam atau banjir itu perlu persiapan sarana dan prasarana, saya sudah perintahkan semua aparatur daerah untuk memberikan bantuan secepatnya kepada masyarakat yang terkena dampak korban banjir,” ujar bupati loekman.
Bahkan dirinya, turun langsung keberbagai lokasi yang terkena dampak korban banjir dan sempat memarahi camatnya karena mereka tidak tanggap dengan kejadian banjir bandang beberapa waktu lalu. Dulu kata Loekman, saat dia pernah menjabat sebagai camat, sampai terjadi kejadian seperti itu lengah dan tidak tanggap bisa habis dibuat oleh pemimpin dia.
“Makanya beberapa waktu lalu, saya sempat marah dengan para camat, karena saya nilai tidak tanggap dengan kejadian musibah seperti kemarin. Saya juga tidak marah atau tersinggung dengan kritikan yang dilontarkan kepada saya, justru saya senang karena untuk bahan masukan saya dan untuk suport saya,”ujarnya.
Loekman menjelaskan, dengan kondisi masyarakat saat ini yang terkena musibah banjir, dan datang hannya dengan tangan kosong dan tidak memberikan bantuan apa-apa terhadap masyarakat untuk apa dirinya harus turun kebawah.
“Mereka itukan sedang terkena musibah dan sangat membutuhkan bantuan, jadi jika datang dengan tangan kosong mau dibilang apa oleh masyarakat, mereka itukan butuh perhatian dan bantuan,”tegasnya.
Loekman juga meluruskan informasi yang ada jika dirinya mengajak masyarakat untuk kedepan harus lebih berhati-hati, sebab jika mengandalkan seorang bupati sementara Kabupaten Lampungtengah sangat luas, mana mungkin bisa terjangkau atau terkaper semuanya.
”Sekarang ini cuaca ekstrem. Jangan dibiasakan pola hidup yang tidak sehat. Untuk mencegah bencana banjir ayok kita bersihkan siring-siring yang ada, jangan hannya menunggu dari pemerintah yang bersihin, jadi ketika musim hujan saluran air dan sungai tidak tersumbat yang salah satunya pennyebab banjir,”tuturnya.
Menurut Loekman, dari pada isu tersebut menimbulkan polemik baru, lebih baik didiamkan saja.
“Ya dari pada akan menimbulkan polemik baru, lebih baik saya diamkan saja. Jadi begitu, jadi jangan dipelintir bahasa saya yang katanya menghujat masyarakat, padahal saya itu menghimbau masyarakat,”imbuhnya.
Selain itu, Bupati Loekman juga mennyayangkan adanya bahasa jika dirinya adalah sebagai pelapor Mustafa sehinga ditahan oleh KPK. Secara tegas kembali bupati Loekman mengatakan itu tidak benar.
“Apa kemampuan kita untuk melaporkan, kalau mau bang sayakan punnya potensi, kenapa kita harus menunggu lama, kalau kita punnya niatan untuk itu, demi Allah demi Rosullullah dinda, kalau saya lapor-ngelaporin dia,”sesal bupati Loekman.
Bahkan masih kata Lokekman, saat Mustafa mau maju, mencalonkan sebagai Gubenur Lampung, justru dirinya yang melarang agar jangan dulu mencalonkan sebagai gubenur.
“Padahal pada saat akan pencolanan, saya orang pertama yang memeringatkan dia, tidak usalah belum waktunya, kata saya, waktu itu saya berbicara didepan forum dan bannyak saksinya, sebab semua itu juga harus mengukur potensi yang ada,”ungkapnya.
Jadi, lanjut Loekman, dari pada itu menjadi permasalahan dan polemik baru, sengaja masalah tersebut didiamkan dan lebih baik kembali pada niat awal fokus bekerja dan bekarja untuk terus membangun Kabupaten Lampungtengah agar lebih baik lagi. (Red).

