Warga Keluhkan Bau Tidak Sedap Dari Lapak Penampungan Karet

LAMPUNG TENGAH (PBO)-Warga di Kecamatan Terbanggi besar kampung nambah dadi, Kabupaten Lampung Tengah, mengeluhkan bau limbah penampung getah karet yang mencemari sumur dan lingkungan sekitar Rabu (15/02/17).

Lapak (usaha penampungan getah karet) diduga tak berizin yang berada di Kampung Nambah Dadi menjadi salah satu pemicu mencemari salah satu sumur warga yang selama lima(5) bulan ini tidak bisa di gunakan.

Bau tidak sedap dari lapak karet milik Sudar yang diduga ilegal itu antara lain berada Kampung Nambah Dadi, yang ditengarai tidak memiliki izin dari instansi berwenang setempat.

Selain menimbulkan bau tak sedap,juga miliki kolam penampungan limbah yang tak layak, sehingga limbah karet tersebut membanjiri area sekitar lapak dan mencemari sumur milik yuni salah satu tetangga sudar.

Saat hendak di konfirmasi sudar pemilik nya tidak berada di kediaman nya menurut salah satu pekerja yang sedang bekerja,”orang yang punya usaha ini gak ada di rumah, yang perempuan nya rewang jauh mungkin bapak nganter juga pak,”ungkap Agus Julianto.

Sejauh ini masyarakat masih belum melaporkan masalah pencemaran udara kepada dinas terkait karena merasa takut dan tak tau kemana harus melaporkan musibah yang mereka alami.

“Oalah mas sudah lima (5) bulan ini sumur saya tidak bisa di pergunakan buat kebutuhan sehari-hari,mau mandi air nya busuk apalagi buat pake masak,kalau gak ada hujan air sumur saya kayak bubur mas dan bau bikin sesak dada saya,”ujar yuni.

Menurut yuni, untuk masak pun dia meminta kepada tetangga yang air nya lebih bersih”ini mas mau masak nasi minta sama tetangga air yang nya bersih,kalau pakai air sumur saya sudah bau kadang warnanya gak bening lagi,” katanya pula.

Pernyataan yuni di benarkan edy purnomo, bahwa bau dan tercemar nya sumur milik uni”tempat seharusnya  jauh dari pemukiman supaya tidak menimbulkan keresahan warga,itu ada tetangga nya (sudar.red) yang sumur nya tercemari,”Imbuh Edy Purnomo.

Bahkan salah satu sopir angkot jarno  yang biasa melintasi kampung tersebut merasa iba lalai nya pihak terkait yang lalai kepengawasan”seharusnya pemerintah daerah menertibkan,karena sudah membuat masyarakat di lingkung penampungan karet ini tidak nyaman,”pungkas jarno.(Erwin)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *