Wakil Ketua Dewan Pers Pusat: Karya Jurnalistik Tak Ternilai Harganya

Bandar Lampung ( Pena berlian Online)-Wakil Ketua Dewan Pers, Ahmad Djauhar mengatakan karya jurnalistik itu tidak ternilai harganya, maka kalau ada perusahaan media yang menjual koran dengan harga murah itu sangat keliru.

“Karya jurnalistik itu tidak ternilai harganya, makanya kalau ada perusahaan media yang menjual koran dengan harga murah maka kurang tepat,”tegas Djauhar, saat membuka acara lokakarya Uji Kompentensi Wartawan (UKW), di Gedung Kantor Redaksi Rilis.id, di Jalan Sisingamangaraja, Bandarlampung, Senin (23/4/2018) lalu.

“Saya setuju jika memberikan bandrol harga minimal sepuluh ribu,”kata dia.

Menurut Djauhar, penjualan oplah koran dengan harga yang mahal tersebut sangat beralasan dilakukan oleh perusahaan media, mengingat perusahaan media sebagai perusahaan yang memuat karya jurnalistik serta menanggung beban untuk mensejahterakan wartawan.

“Kesejahteraan wartawan adalah menjadi tanggungjawab perusahaan media. Bahkan saat ini  untuk gaji wartawan saat ini harus sesuai dengan UMP, agar wartawan tidak melakukan pemerasan saat melaksanakan peliputan,”ujarnya lagi.

Selain itu, ia juga mengatakan, untuk kedepan Tahun 2019 pihak Dewan Pers mulai memberlakukan bagi perusahaan media yang tidak melakukan UKW wartawan atau tidak melakukan verifikasi perusahaannya, perusahaan tersebuat akan dianggap media abal-abal.

“Saya menghimbau setiap perusahaan media di tahun 2018 ini, agar melakukan verifikasi medianya dan mengirim wartawannya untuk mengikuti UKW, sebab aturan ditahun yang akan datang sudah berbeda,”ungkapnya.

Misalnya, masih kata dia, wartawan yang akan mengikuti tingkat Utama tidak diperbolehkan lagi langsung mengikuti jenjang madya atau Utama, dan harus mengikuti dari bawah,  yakni jenjang muda I.

“Begitu juga sebagai contoh seorang Pemimpin Redaksi yang tidak mengikuti UKW sama sekali maka dia tidak bisa langsung ketingkat Madya atau Utama,” katanya.

Oleh karena itu, Djauhar juga menghimbau kepada semua pemimpin redaksi agar di tahun 2018 ini, secepatnya melakukan UKW,  sebelum peraturan tersebut diberlakukan.

Terpisah, Pimpinan Media Duta Lampung, M. Nurullah RS, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya mengirimkan salah satu Redaktur Pelaksana (Redpel), Asmuni, untuk mengikuti UKW yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) , dalam rangka peningkatan sumber daya manusia ( SDM), dan kualitas isi berita.

“Media Duta Lampung telah mengirimkan Redpel Asmuni untuk mengikuti UKW guna peningkatan SDM kru kami. Kedepan pihak kami akan terus mengirimkan semua wartawan agar mengikuti UKW apabila ada kegiatan tersebut. Bila perlu media saya sendiri akan bekerjasama dengan dewan Pers melaksanakan UKW pada internal perusahaan media kami,”pungkasnya. (Asmuni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *