PESAWARAN-(PBO)-Sungguh miris nasib sutarman (17)thn, warga Dusun Sukajaya, Desa Sukadadi, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Sutarman anak dari Maysaroh yang telah menderita cacat sejak kecil hingga saat ini sudah berusia 17 tahun.
Apa lagi Maysaroh adalah seorang janda,ia harus mengurus anak nya Sutarma yang cacat sejak lahir,dengan keadaan hidup yang serba kekurangan ibu may saroh harus bekerja sebagai buruh tani pemetik cabai ,yang penghasilan nya 30-35 ribu sehari itu pun tidak cukup untuk kehidupan sehari-hari,ungkap nya.
Diapun menambahkan, saat dia ingin berangkat kerja batinnya menangis ,karena harus mengikat tangan Sutarman di rumah karena takut anaknya merangkak kejalanan atau kekebon, semua itu dia lakukan karena tidak mau terjadi sesuatu yang tidak ia inginkan.
“Saat saya meninggal kan sutarman untuk mencari rezeki sebagai buruh pemetik cabai ,dari jam 8,pegi hingga jam 4 sore, dengan penghasilan 30 ribu sampai 35 ribu satu sehari memang tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup kami sehari-hari ditambah lagi raskin keluar nya 3 bula sekali itu pun kami hanya mendapat kan 4kg dengan harga 12 ribu,ungkap nya saat dikomfirmasi,”katanya.
Salah satu lembaga suadaya masyarakat (lsm) mengatakan saya pun sudah pernah mengajukan profosal kedinas sosial, bersama may saroh orang tua dari sutarman disitu diapun hanya bertemu salah satu staf dinas sosial dan dia pun mengatakan ,kalau untuk kuota bantuan saat ini sudah penuh. dia juga mengaku pernah menemui salah satu staf dinas sosial, di pertengahan bulan febuari.
“Kami pun sangat berharap kepada pemerintah atau dinas terkait kabupaten pesawaran agar kira nya bisa mengulurkan tangan ,karena sampai saat ini( sutarma) anak dari ibu may saroh, sama sekali belum pernah tersentuh bantua dari dinas terkait,”pungkasnya.(deva)

