Bandarnegeri Suoh Terkena Banjir Bandang, 3 Rumah Hanyut 7 Rusak

LAMPUNG BARAT–Banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (19/11/2016), sekitar pukul 20.00. WIB., membuat 2 rumah warga dan 1 bangunan Puskesdes di Pemangku Muarajaya Pekon Bumihantatai, Kecamatan Bandarnegeri Suoh, Lampung Barat hanyut, serta merusak sedikitnya 7 rumah. Juga menjebol dua irigasi.

Banjir setinggi 50–150 cm itu juga merendam beberapa titik wilayah di lima pekon lainya.
Ke-2 rumah yang hanyut tersebut milik Alen dan Gino dengan kondisi rumah terdiri dari bahan baku kayu bertiang. Kemudian 7 rumah rusak milik Subagio, Mujiman, Azmi, Iwan, Andi Supardi, Saiman, Samsuar.

Selain menghanyutkan dan merusak rumah warga, banjir tersebut juga menyapu bangunan Puskesdes yang kondisi bangunan dari kayu. Kemudian dua unit irigasi di Way Peninjauan dan Way Semangka juga jebol. Bangunan SMPN 2 Bandarnegeri Suoh juga terendam setinggi meja belajar siswa.

Anggota DPRD Lampung Barat asal daerah setempat, Sugeng Kinaryoadi, saat diminta komentarnya melalui handphone mengatakan, banjir datang tiba-tiba setelah beberapa jam sebelumnya terjadi hujan deras. Akibat hujan deras itu, Way Peninjauan dan Way Buluh Banjir serta Way Semangka juga banjir yang menyebabkan air meluap.

Selain merendam perkampungan Pekon Bumihantatai setinggi 1,5 meter itu, banjir juga merendam beberapa titik di 5 pekon lainya setinggi 1 meter. Ke-5 pekon tersebut yaitu beberapa titik di Pekon Negerijaya dengan ketinggian air 50 cm. Kemudian Pemangku Ketapangjaya pekon Suoh setinggi 1 meter. Pekon Trimekarjaya rata dengan ketinggian air setinggi 1 meter. Pekon Trimulio air setinggi 50CM dan Pekon Tanjungsari setinggi 50cm.

Masyarakat, menurut Sugeng, hingga saat ini masih diselimuti kekhawatiran sebab Minggu (20/11/2016) sore hujan kembali turun yang diperkirakan bisa mendatangkan banjir kembali setelah air sudah surut sekitar pukul 15.00. Beberapa daerah tersebut mengalami banjir karena posisinya berada didataran rendah.

Untuk rumah warga yang sudah hanyut, kata dia, ia bersama anggota DPRD Lambar Sarwani bersama masyarakat setempat pada Minggu (20/11/2016) siang sudah bergotong royong membantu membangun rumah dengan bahan seadanya.

Pihaknya juga meminta agar masyarakat waspada dan segera mengungsi jika terdapat tanda-tanda banjir datang kembali. Sampai sore ini masyarakat ditempat banjir tersebut masih tinggal di rumah masing-masing kecuali yang rumahnya sudah hanyut.

Kendati demikian lanjutnya, padi masyarakat yang usai dipanen dan saat ini disimpan dalam lumbung juga tidak luput dari bencana banjir. “Padi-padi masyarakat dalam lumbung tersebut kini terancam rusak karena terendam banjir,” jelasnya, seperti dilansir dari Lampung Post.com.

Masyarakat dan pihaknya meminta agar pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lambar termasuk Dinas Sosial untuk segera turun meninjau lokasi dan melakukan penanganan.
Sementara itu Kepala BPBD Lambar Maidar mengaku, pihaknya sudah mendapat laporan soal adanya banjir di Bandarnegeri Suoh. Namun pihaknya belum sempat turun lapangan karena posisi masih di Bandar Lampung.(lp).

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *