Wisata Taman Mangrove Sriminosari Lampung Timur, Diminati Turis Lokal dan Manca Negara

0
145
LAMPUNG TIMUR, (PENA BERLIAN ONLINE) – Wista Taman Mangrove Sriminosari Lampung Timur, mulai dilirik oleh para turis lokal maupun turis manca negara. Pasalnya wisata mangrove memiliki kepuasan tersendiri bagi para pengunjung khusunya pencinta hutan mangrove.
Pada beberapa waktu lalu pihak Pemkab Lampungtimur juga menggelar festival Taman Mangrove dengan tema “Selamatkan Hutan Mangrove Demi Menyelamatkan Tempat Berpijak.” Kalimat tersebut menjadi tema dalam Festival Tanam Mangrove yang digelar di Desa Purworejo, Kecamatan Pasir Sakti, Lampung Timur.
Festival yang bertujuan untuk mempromosikan objek dan daya tarik wisata di Kabupaten Lampung Timur tersebut dimaksudkan untuk mendukung program pemerintah tentang upaya penyelamatan bumi dari pemanasan dunia, pencegahan terjadinya erosi/abrasi pantai dan juga sebagai tempat perlindungan bagi biota laut.
Gaya tarik wisata hutan mangrove di Desa Sriminosari Lampung Timur, memang tidak diragukan lagi, terbukti pada wisata mangrove yang ada di Desa Sriminosari Lampung Timur, sudah bannyak sekali mennedot para pengunjung dari luar daerah.
 
Tepat pada hari pelaksanaan festival, beberapa waktu lalu tim liputan khusus media ini sempat berbincang-bincang dengan sejumlah turis manca negara serta dari luar daerah. Seperti contohnya pada acara festival beberapa rekan blogger dari Batam, Jogja, dan Cikarang sedang berada di Lampung Timur, yang sengaja  untuk mengunjungi sejumlah tempat wisata, salah satunya hutan bakau seluas 6 hektar di Labuhan Maringgai.
Terletak di Desa Sriminosari, Labuhan Maringgai, Lampung Timur, terhampar wilayah hutan bakau yang kini sudah menjadi kawasan ekowisata bernama Taman Mangrove Sriminosari. Berjarak kurang lebih 55 kilometer dari ibukota kabupaten, dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam dari Kecamatan Labuhan Ratu. Durasi perjalanan cukup panjang karena akses tidak sepenuhnya mulus, kecepatan laju mobil pun dikurangi. 300 meter dari lokasi taman, perjalanan harus disambung dengan motor, melewati persawahan yang sedang kerontang. (Lipsus/Rita)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY