Warga Way Kanan Larang dan Tahan Truk Pengangkut Batu Bara, Ada Apa?

0
142

Way Kanan ( Pena Berlian Online) – Angkutan mobil batu bara dari Muara Enim, Sumatra Selatan yang melewati wilayah Kabupaten Way Kanan, Lampung, sudah berulang kali diprotes warga. Kali ini mobil batu bara kembali dihentikan dan tidak boleh melanjutkan perjalan yang mestinya batu bara ini akan di kirim ke Jakarta melalui pelabuhan Bakauheni Lampung.

Salah satu perwakilan dari masyarakat sekaligus karyawan Ikatan Pengusaha Angkutan Lampung (IPAL), Ferdi (40) yang ditemui dilokasi membenarkah hal tersebut. ” Iya kami yang memberhentikan mobil angkutan batu bara, dikarenakan jembatan utama penghubung Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan kembali mengalami kerusakan, jadi kami memberhentikan produksi pengiriman, dan memenuhi tuntutan warga untuk memperbaiki jembatan Wayumpu dan sudah kami perbaiki selam dua hari,” ujarnya.

“Yang jadi masalah, sekarang ini kenapa masih ada sebagian mobil masih bisa lewat, dan mobil kami tidak bisa lewat, sedangkan yang melakukan perbaikan jembatan kami. Disini ada permainan antar pengusaha batu bara dan oknum yang memafaatkan situasi ini,” paparnya. Akhirnya kami dan warga sepakat untuk memberhentikan mobil angkutan batu bara. Kesepakatan yang kami ambil mobil angkutan batu bara harus balik arah dan tidak boleh lewat untuk sementara waktu sebelum menemui titik terang,” terangnya.

Ditempat yang sama, Hendra salah satu sopir mobil pengangkut batu bara juga mengalami hal yang sama. “Kami sudah tiga hari tertahan disini dan tidak boleh melanjutkan perjalan, kamipun tidak tau kalu ada larangan belum boleh melintasi Jalan Trans Sumatara, kami hanya supir Pak, yang kami tau kami hanya mengantarkan batu bara dari Muara Inim Sumatera Selatan ke Jakarta, sedangkan untuk keamanan, agar mobil dapat melinlintasi sekali berangkat kami harus membayar Rp.330 .000 untuk satu mobil yang melintas itu sudah semuanya, sedangkan untuk gaji kami sekali keberangkatan 500 ribu itu udah bersih.

Mobil yang tertahan sakarang hingga saat ini ada 9 mobil, dan tidak bisa meneruskan perjalan, Kami sudah memberi tahukan pada pemilik usaha batu bara tapi belum ada tanggapan, jadi kalau keinginan kami akan balik arah dikarenakan kami tidak ingin ambil risiko,” terangnya. (Alex)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY