Ujaran Brutal Kapolres Way Kanan , Cederai Profesi Jurnalis

0
263
(Foto Ils)

Way Kanan(PBO)- Kapolres berucap demikian ketika, wartawan dari media elektronik dan media online Way Kanan tengah menjalankan tugas peliputan aksi penyetopan angkutan batubara oleh masyarakat yang tergabung dalam posko mawar di Simpang 4 Blambangan Umpu, Way Kanan, Minggu (27/8) dini hari.

“Ya saya mendapatkan laporan dan setelah kami mendengarkan bukti rekaman bahwa benar, adanya penghinaan profesi wartawan direkaman tersebut. Menanggapi Hal itu, kami sangat kecewa dan meminta Kapolres untuk mencabut pernyataanya segera,”tegasnya, Minggu (27/8) siang.

Sebagai kapolres kata-kata itu tidak patut seharusnya di ungkapnya di muka umum. Dan hal itu jelas melukai semua insan pers di Lampung ini. “Profesi Wartawan ini sangat mulia sekali dan tidak sepantasnya untuk dilecehkan seperti itu. Oleh sebab itu kami mewakili kawan-kawan pers di Lampung menuntut dengan tegas jika Kapolres tidak mencabut pernyatanya segera maka kami akan minta Kapolri mencabut jabatanya ditempat ia bertugas saat ini,”tutup Jefri.

Ucapan seorang Aparat Penegak hukum Yang Harus nya tidak di lontar kan yang mencederai insan Pers yang merupakan pilar ke 4

Pasal 4 ayat 1 dan 3 pada UU Pers No 40 Thn 1999 disebutkan bahwa ” Kemerdekaan Pers Sebagai Hak Asazi Setiap Warga Negara (1). Kemudian, Untuk Menjamin Kemerdekaan Pers, maka Pers Mempunyai Hak Mencari, Memperoleh dan Menyebarluaskan Gagasan dan Informasi
Bahwa, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yg demokratis, kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat sesuai dgn hati nurani dan hak memperoleh informasi, merupakan hak asasi setiap manusia demi menegakan keadilan(red)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY