Terisolir 73 Tahun, Akhirnya 7.000 Jiwa Merdeka

0
108

PESISIR BARAT, (PENA BERLIAN ONLINE) – Tuntas sudah penantian panjang 7.000 jiwa masyarakat empat pekon di Way Haru, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar). Mendekati perayaan 73 Tahun Kemerdekaan RI, wilayah ini baru bisa lepas dari keterisoliran.

Kemerdekaan itu akhirnya benar-benar nyata dirasakan. Kini, masyarakat tinggal berharap daerah mereka masuk aliran listrik.Keempat pekon tersebut adalah, Way Haru, Bandar Dalam, Siring Gadind, dan Way Tiyas.Keempat wilayah ini terisolir sebelum Republik Indonesia bebas dari zaman penjajahan. Dan sejak Tahun 2017 lalu, Pemkab Pesibar secara bertahap membuka akses berupa pembangunan badan jalan. Pembangunan akhirnya rampung di Tahun 2018.

Itu ditandai dengan kunjungan Safari Ramadan rombongan Bupati-Wakil Bupati, Dr. Drs. H. Agus Istiqlal, S.H., M.H., – Erlina, S.P., M.H., Senin (28/5). Sebanyak 12 unit kendaraan dinas (Randis) dan kendaraan pribadi tiba tanpa hambatan di Way Haru setelah menempuh waktu perjalanan selama 30 menit.

Turun dalam rombongan Sekkab Drs. Azhari, M.M., para asisten dan stag ahli Bupati, dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).Sekkab Azhari ketika dimintai tanggapannya mengatakan, keberhasilan Pemkab Pesibar membuka keterisoliran wilayah Way Haru, tidak terlepas dari komitmen dan kerja keras seorang Bupati Agus Istiqlal.

“Kalau Bupati kita tidak cerdas, berani, dan berjiwa petarung, saya yakin jalan ini tidak bisa tembus layaknya kondisi saat ini yang bisa dilalui kendaraan roda empat tanpa hambatan ketika dalam kondisi jalan kering,” ujar Azhari.Menurut Azhari, pembukaan badan jalan yang menghubungkan Pekon Sumber Rejo-Way Haru itu, dalam pelaksanaannya harus dihadapkan dengan cukup banyak kendala. Namun demikian, hal itu bisa dilalui ketika Bupati Agus Istiqlal melakukan berbagai macam cara dan segala resiko yang harus dihadapi.

“Dan akhirnya, jalan menuju Way Haru bisa ditembuskan secara total,” lanjutnya.Sementara it,  ketika disinggung terkait suplai jaringan listrik PLN ke Way Haru, Azhari menjelaskan bahwa dengan sudah terbukanya jalan tersebut, maka secara otomatis jaringan listrik ke Way Haru akan mengikuti.“Sekedar diketahui, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) sudah memberikan izin lewat untuk pemasangan tiang dan kabel besar listrik PLN,” sebutnya.

Dia menandaskan, jika selama ini Way Haru dikenal dengan wilayah dengan kontur tanah yang subur dan memiliki banyak potensi. Hanya, ketersediaan potensi yang melimpah itu terbentur infrastruktur jalan yang membuat kesejahteraan masyarakatnya sangat sulit untuk meningkat.

“Dengan jalan yang terbuka, juga listriknya segera juga masuk ke Way Haru, sangat diyakini masyarakatnya akan segera bisa merasakan kesejahteraan. Itu memang tujuan terbesar bupati selama ini,” tukasnya.Dikonfirmasi terpisah, seorang warga Pekon Bandar Dalam, Basari mengatakan bajwa dirinya sangat berterima kasih dengan Allah SWT yang telah memberikan kekuatannya kepada Pemkab Pesibar melalui tangan gigih seorang Bupati dan Wakil Bupati membuka keterisoliran Way Haru dari dunia luar.

“Ini anugerah yang sangatlah besar, patut untuk disyukuri. Saya sangat berterima kasih dengan bupati, karena kegigihannya sehingga sekarang Way Haru sudah terbuka aksesnya dan mudah-mudahan masyarakat cepat sejahtera,” ujar kakek berusia 85 tahun itu.

Anggota legislatif Pesibar, Mat Nawawi menuturkan, masyarakat sangat berterima kasih dengan keberhasilan dibukanya akses Sumber Rejo-Way Haru.“Semoga kedepannya segala pembangunan lebih mudah lagi masuk ke Wayharu, sehingga peningkatan infrastruktur berkembang pesat,” ujar mantan Peratin Pekon Bandar Dalam selama dua periode tersebut.(jpn)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY