Ridho Ficardo Hadiri Acara HANI di kantor BNN Lampung

0
459
( foto Isatimewa)

Bandar Lampung(PBO)- Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang biasa dilakukan pada 26 Juni 2017 dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, kemarin, Kamis (13/7).

Peringatan HANI kali ini bertema Peran Aktif dan Pendayagunaan Seluruh Komponen dan Potensi Bangsa dalam Menghadapi Keadaan Darurat Narkoba Menuju Indonesia yang Sehat.

Peringatan HANI di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung digelar di di kantor BNN Lampung di Jalan Griya Mustika, Way Halim, Bandar Lampung. Dihadiri Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, Kapolda Lampung Irjen Sudjarno, Kepala BNNP Lampung Brigjen Sukasmo dan jajaran Fokorpimda.

Dalam sambutannya Kepala BNNP Lampung Brigjen Sukasmo dalam sambutannya mengatakan Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional seyogyanya diperingati 26 Juni namun peringatan diundur karena berkaitan Lebaran.

“Hari ini diseluruh Indonesia diperingati peringatan HANI. Ditingkat pusat di Taman Mini Indonesia Indah,” ujarnya Kamis (13/7).

Dijelaskan Sukamso, Presiden Jokowi sudah mengatakan bahwa Indonesia sudah darurat narkoba sejak 2015. Maka menurut dia diharapkan upaya dari seluruh instansi untuk mendukung dan bekerjasama dalam memerangi bahaya narkoba.

“Sehingga narkoba tidak merasuk kepada masyarakat Indonesia khususnya Provinsi Lampung. Kami tidak perlu memberikan ulasan tentang bahaya narkoba, tapi kita semua tahu bahayanya narkoba,” jelasnya.

Sukasmo melanjutkan, peringatan HANI ini merupakan momentum BNN untuk mengevaluasi kembali langkah-langkah dalam pemberantasan narkotika.

Usai Kepala BNNP Lampung memberikan sambutan, ada pula acara testimoni yang sampaikan oleh mantan pecandu Narkoba. Salah seorang mantan pengguna dalam testimoninya mengatakan, dirinya berharap semua line saling mengingatkan tentang tentang bahayanya narkoba.

Dalam kesempatan peringatan HANI 2017 kali ini, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung juga mengukuhkan sebanyak 210 relawan antinarkoba.

Hal ini disampaikan oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat BNNPLampung, Edi Marjoni yang menyatakan mengatakan, para pegiat tersebut akan didaulat sebagai relawan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Sebanyak 100 orang dikukuhkan sebagai relawan, 100 orang lagi sebagai pegiat, dan 10 orang lagi (individu dan instansi) yang mendapatkan penghargaan,” katanya( rls)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY