Ribuan Orang Kunjungi FWK 2017

0
326
( Foto istimewa)

Lampung Timur (PBO)-Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim mengatakan, Festival Way Kambas telah dilaksanakan yang ke-17 .Dia juga mengatakan Festival di tahun 2016 merupakan festival paling ramai, dan Insya Allah tahun ini akan menjadi festival yang lebih ramai lagi.

Hal tersebut disampaikan Chusnunia Chalim saat membuka acara Festival Way Kambas XVII di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Sabtu (11/11/2017).
,”ujar chusnunia.

Chusnunia Chalim menjelaskan, Hal ini menunjukkan bahwa salah satu program prioritas Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo yakni di bidang pariwisata akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Lampung,  terutama Lampung Timur.

“Ini merupakan bidang yang menjanjikan untuk meningkatkan daya ungkit masyarakat. Seluruh jajaran pemerintahan Lampung Timur mendukung bidang prioritas pariwisata ini, saya yakin melalui bidang pariwisata, maka secara perlahan akan mampu meningkatkan dibidang lainnya. untuk itu saya berterimakasih kepada segenap pihak yang turut mendukung dalam membangun Lampung Timur,  khususnya kepada Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo atas bantuan dan dukungannya terhadap masyarakat Lampung Timur.” tegas Chusnunia.

Dikesempatan yang sama, Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo Konsep pariwisata yang penting adalah bagaimana menjaga alam tetap lestari. Dalam mempromosikan pariwisata berbasis alam, menjaga kelestarian alamnya merupakan suatu hal yang penting.

“Oleh karena itu, saya ingin kita bersama memahami batasan alam dalam mendukung pariwisata alam guna menghindari potensi kerusakan alam. Untuk itu, Pemprov Lampung bekerjasama dengan universitas negeri dan pihak terkait untuk membuat dan menentukan batas alam tersebut,”ujar  Gubenur Ridho.

Gubernur Ridho mengatakan, Festival Way Kambas merupakan kegiatan tahunan sebagai ajang promosi pariwisata sekaligus wadah pelestarian yang bertujuan untuk mengkampanyekan pelestarian satwa-satwa endemik Sumatera yang terancam punah seperti gajah sumatera, harimau sumatera, badak sumatera, beruang madu dan tapir.

“Satwa-satwa ini merupakan salah satu ikon pariwisata Lampung yang harus dijaga,  dilestarikan dan dijadikan kebanggaan bersama. Semoga ini mampu menjadi kegiatan yang lebih besar dan meriah,” kata Gubernur.

Gubernur Ridho menambahkan, Taman Nasional Way Kambas (TNWK),  merupakan salah satu konservasi tertua di Indonesia. TNWK ini sangat erat kaitannya dengan gajah, karena menjadi tempat perlindungan dan tempat latihan bagi para gajah, bahkan TNWK memiliki Pusat Konservasi Gajah (PKG) dan Rumah Sakit Gajah (RSG) satu-satunya di Indonesia.

“Selain itu, TNWK juga menjadi konservasi badak dan keanekaragaman hayati, bahkan TNWK masuk menjadi ASEAN Heritage Park,” katanya.

Guna meningkatkan perkembangan Pariwisata di Lampung, Gubernur terus berupaya meningkatkan akses jalan menuju tempat-tempat wisata, salah satunya akses jalan menuju TNWK.

 “Kedepan akses menuju ke TNWK dan tempat-tempat wisata lainnya akan menjadi lebih mudah seiring dengan beroperasinya jalan tol Trans Sumatera dan meningkatnya status Bandara Radin Inten II menjadi Bandara Internasional,”ujarnya.

Ditempat yang sama, usai membuka acara Festival Way Kambas XVII, Bupati Lampung Timur dan rombongan beserta Gubernur Lampung, saat meninjau lokasi menunggangi gajah dalam acara parade gajah, dan pawai budaya yang diikuti peserta dari SMP, SMA, dan Sanggar budaya dari 24 kecamatan di Lampung Timur.

Kehadiran mereka  disambut oleh ribuan masyarakat Lampung, dan wisatawan mancanegara seperti dari India, Kenya, Vietnam,  Malaysia dan Kamboja (Hary).

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY