Puluhan Tokoh Adat Pubian-Lamteng Minta Ike Edwin Nyalon Ketua KPK

0
632

LAMPUNG TENGAH ( PENA BERLIAN LAMPUNG )- Puluhan tokoh adat yang ada di Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampungtengah, minta Irjen Pol. Dr.Drs. Ike Edwin,  SH,.MH mencalonkan diri sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Desakan ini disampaikan oleh puluhan tokoh adat diantaranya yakni, tokoh adat Kampung segala mider, M. Noya gelar ST. Turunan. Basri ST Tanjar Bumi, Syamsudin ST Raja saka Achyar ST susunan,saat melalukan tatap muka dengan Pimpinan media Pena Berlian, M.Nurullah RS, pada Rabu ( 29/5/2019).

Selain tokoh adat Kampung Segala Mider, juga disampaikan oleh Tokoh adat Kampung Negri Kepayungan, Alikusuma Jaya ST, Musa ST Rumpun, Igo Penutup ST, Dahlan ST Perdanq. Tokoh adat Kampung Tanjung Kemala, Tanjung Kemala, Nuraji Bandar Pangeran
Dilip Amante Pangeran nyukang, Hamdan Nimbang raja. Tokoh adat Kampung  Negri Ratu
Nawawi minak Baginda ST, Abdullah syani ST Kimas Ria, Muslim Murot ST Tihang ST.

Desakan pencalonan KPK juga disampaikan oleh Tokoh adat, Kampung Gunung Haji, Zaenal ST Ratu sembahan migo, Seribu jaya ST seribu jaya, Zarnal ST Jeragan ST, dan tokoh adat Kampung Gunung Raya, Husin Minak junjungan saka, Bahtiar ST unjunan ST
Marsuki ST Bintang.

Berdasarkan keterangan mereka, Irjen Pol. Dr.Drs. Ike Edwinatau akrab dipanggil Dang Gusti Ike Edwin, adalah salah satu putra daerah terbaik yang memiliki segudang prestasi dibidang pencegahan serta pemberantasan korupsi.

“Kami yakin jika Dang Gusti Ike Edwin mampu membrantas korupsi dinegara kita,”ujar salah satu tokoh adat, Kampung Segala Mider,  M. Noya gelar ST. Turunan, pada Rabu ( 29/5/2019).

Halsenada juga disampaikan oleh tokoh adat Kampung Tokoh adat Kampung Negri Kepayungan Alikusuma Jaya ST. Alikusama mengatakan Dang Gusti Ike Edwin layak menjabat Ketua KPK. Pasalnya masih kata dia Dang Gusti Ike Edwin sudah terbiasa menangani kasus-kasus besar di institusi Polri tampa pandang bulu.

“Seperti contohnya prestasi yang dimilikinya yakni pernah menangani kasus mafia pajak yang diungkap Polwiltabes Surabaya tahun 2010 dilaporkan Indonesia Corruption Watch (ICW) terbesar berdasar sisi finansial. Jika dibandingkan dengan kasus Gayus Tambunan yang mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 25 miliar, sedangkan kerugian gara-gara sindikat mafia pajak di Surabaya diperkirakan mencapai Rp 300 miliar. Namun, karena sifatnya sangat kompleks, kasus Gayus lebih menonjol,”katanya.

Menurut Alikusuma, pengungkapan kedua kasus korupsi pajak fenomenal tersebut berhasil ditorehkan dalam prestasi perjalanan karier Dang Gusti Ike Edwin, dan masih banyak lagi prestasi cemerlang beliau lainnya.

“Jadi sangat tak diragukan lagi integritas Sahlisospol Kapolri Irjen Pol Ike Edwin dalam bidang pemberatasan korupsi. Mari Puakhi, dukung beliau jadi Ketua KPK,”tegasnya.

Terpisah, salah satu tokoh adat Kampung Tanjung Kemala, Tanjung Kemala, Kecamatan Pubian, kabupaten setempat Nuraji Bandar Pangeran juga menhendaki  Ike Edwincalonkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), pada pereode mendatang.

Pasalnya  perwira tinggi (pati) dilingkungan Polri yang memiliki prestasi, loyalitas dan dedikasi yang tinggi. Pria asli Lampung yang lahir di Jakarta, 11 Desember 1961 itu lulusan Akademi Polisi (Akpol) Tahun 1985 dan memiliki segudang pengalaman di Bidang Reserse.

Bahkan masih kata Nuraji Bandar Pangeran, Ike Edwin sangat berjasa dalam rangka memperbaiki kinerja Kepolisian Republik Indonesia dibawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Tito Karnavian,  Irjen Pol. Ike Edwin kembali harus meninggalkan jabatannya sebagai Kasespimma Sespim Polri Lemdikpol untuk menduduki jabatan sebagai Staff Ahli Kapolri mengantikan, Irjen. Prof. Iza Fadri.

“Selain sebagai perwira tinggi aktif di institusi Kepolisian, Dang Gusti Ike Edwin (sapaan akrabnya) juga menjabat sebagai Perdana Menteri Kepaksian Pernong di Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak di Provinsi Lampung. Sosok yang cerdas, disiplin dan merakyat juga memiliki kepedulian tinggi dengan sesama. Tak heran, jika Tokoh Adat dan Tokoh masyarakat Lampung tak rela ditinggal Irjen Pol. Ike Edwin ke Jakarta,”ungkapnya.

Nuraji Bandar Pangeran menjelaskan, Putra dari pahlawan Muhammad Bunyamin yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tanjungkarang ini memang layak digadang-gadang untuk dicalonkan sebagai Ketua KPK. Sebab keinginan masyarakat yang menghendaki Dang Gusti Ike Edwin  sangatlah beralasan. Sebab masyarakat menyakini ditangan dingin Dang Gusti Ike Edwin, para koruptor akan dibuat tidak berkutik olehnya, mengingat saat ini pelaku kejahatan korupsi semakin meraja lela.

“Danberdasarkan data yang dihimpun oleh Pena Berlian Online, prestasi  Dang Gusti Ike Edwin semasa berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi selama mengabdi di Lampung diantaranya, program suara mendengar di TV Lampung untuk menyelesaikan konflik antar warga. Demi menerima laporan masyarakat dirinya pun sering berpindah kantor. Tak cukup sampai disitu, satu mimggu sekali memberikan waktu ruang untuk warga berkomunikasi bahkan hanya untuk sekedar berselfie,”tuturnya.

Selain itu, masih kata Nuraji Bandar Pangeran, Dang Ike Edwin berhasil menurunkan peringkat darurat narkoba dari peringkat ke-6 menjadi peringkat ke-15, Dang Ike Edwin juga yang menjadikan Polda Lampung naik status dari Polda tipe B menjadi tipe A, angka kejahatan pun menurun, termasuk persoalan begal. Ike Edwin pernah tidur dan membawa bekal di Pura ketika ummat Hindu dalam keadaan terancam. Ramah dan kerap turun ke jalan ikut mengatur lalu lintas sekaligus menyapa warga Lampung, sehinga Dang Ike Edwin pun mendapat julukan “Pokemon” artinya Polisi Keren dan Modern.

Menghilangkan jarak antara masyarakat dengan polisi bahkan Dang Gusti Ike tak segan mengatakan bahwa dirinya merupakan “babunya” rakyat Lampung. Meski berpangkat Brigjen, Ike Edwin pun tak sungkan membelikan baju atau pakaian untuk pembantunya dan bahkan pernah mencari keberadaan mantan pembantunya selama 40 tahun hingga ketemu demi untuk menjaga silahturahmi agar tidak terputus. Karena baginya, pembantu merupakan bagian dari keluarganya.

Selain itu juga, Dang Gusti Ike Edwin merupakan keturunan berdarah biru dari daerah Provinsi Lampung, cucu dari almarhum H. Suhaimi bergelar Raja, Haji Bupati Pangeran Suhaimi. Ike secara langsung menerima tongkat kepemimpinan dari sang kakek dengan Raja Lampung bergelar Gusti Batin Raja Mangkunegara. Gelar Raja yang disandangnya merupakan tantangan berat baginya, karena kemanapun ia bertugas menjalankan kewajiban dari Negara yang diemban sebagai perwira tinggi Polri, sekaligus menjadi duta budaya daerah Lampung.

“Tidak dipungkiri memang dari sikapnya yang arif dan bijaksana selalu bersahaja, tampil penuh wibawa, serta cakap dalam segala hal, mengambil dan menjaga tingkah laku dalam bentuk cerminan budaya, membuat ayah dari dua anak, sulung, Gusti Kanjeng Muhammad Gusti Saibathin (putra) dan si bungsu Gusti Ayu Puan Azizia (putri) ini disegani baik dari relasi, masyarakat dan rekan kerja, serta dihormati berbagai profesi,”imbuhnya.

Apalagi kata dia, jika melihat jenjang karir yang begitu cemerlang, dengan sejumlah jabatan yang pernah ia emban diantaranya yakni, pernah menjabat sebagai Kasat Ekonomi Ditreskrim Polda Metro Jaya, Kapolres Tanah Bumbu Polda Kalsel, Wadirreskrim Polda Metro Jaya (2005), Kepala SPN Polda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakpus Polda Metro Jaya (2008), Kapowiltabes Surabaya Polda Jatim (2009), Dirtipidkor Bareskrim Polri (2010), Widyaiswara Madya Sespim Polri (2011), Wakapolda Sulsel (2013), Kapolda Lampung (2016), Kasespima Sespim Polri (2016) dan jabatan terahir hingga saat ini  sebagai Staf Ahli Kapolri Bidang Sosial Politik dari Tahun 2017.

“Jadi tidak berlebihan jika sejumlah tokoh adat, tokoh masyarakat serta masyarakat Lampung, menginginkan dirinya maju untuk mencalonkan sebagai Ketua KPK RI untuk pereode mendatang,”pungkas Nuraji Bandar Pangeran,(Kurniawan/Gendut)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY