Proyek Pemkot Balam Diduga Kuat KKN Alias ‘Kocok Bekem’

0
191
Jalan Untung Suropati diperlebar untuk pembangunan flyover. ( Foto.Tribunlampung.com).

Bandar Lampung (Pena Berlian Online )-Tender proyek ratusan miliar milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung (Balam) anggaran tahun 2019 diduga kuat ‘kocok bekem’ alias syarat dengan Korupsi, Kolusi dan Nipotisme (KKN).

Pasalnya, sperti dilansir dari laman Sinarlampung.com Ratusan miliar proyek Kota Bandar Lampung tahun 2019 di kerjakan satu pemilik dengan atas nama tiga perusahaan. Proyek itu dikerjakan degan atas nama perusahaan di duga asli tapi palsu, dengan atas nama orang lain. Total tujuh proyek itu senilai Rp180.584.743.300 miliar.

Informasi sinarlampung.com menyebutkan proyek awal tahun 2019 itu pekerjaan Fakultas Itera nilai Rp29.676.743.000 pelaksana PT. Asmi Hidayat (Pemilik Modal) adalah Cha, pemilik atas nama perusahaan lain. Lalu Pembangunan Kantor Makorem nilai Rp19.781.739.300 pelaksana PT. Sang Bima Ratu. Pembangunan RKB SDN 1,3,4 Sukaraja nilai Rp16.560.483.700 pelaksanan PT. Asmi Hidayat.

Cha diduga juga mengerjakan Pembangunan Gedung Kantor Parkir Pemkot Bandar Lampung nilai Rp19.760.338.000 pelaksana PT. Asmi Hidayat. Dan Pembangunan Flayover Untung Suropati-RA.Basyid nilai Rp37.181.879.000 pelaksana PT. Jais Maju Bersama, termasuk Pembangunan Flyover Jalan Abdul Haq-Komarudin Raja Basa nilai Rp32.925.769.000 PT. Bina Mulya Lampung.

Proyek lainnya, Pembamgunan Pasar Smep Bambu Kuning nilai Rp24.697.792.000 Pelaksana PT. Asmi Hidayat. Sinarlampung menyusuri alamt Cha, di Jalan Gatot Subroto, Pahoman, dengan Alamat operasional di Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung.  “Kami tidak tahu mas kalo soal proyek, tapi memang suak banyak orang di rumah itu,” kata Warga Jalan Cengkeh, Kedaton. (*).

Editor : Hilda Melenia.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY